Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Anasya'akum: Menciptakan kalian dan mengadakan kalian setelah sebelumnya tidak ada.
- Min nafsin wahidah: Dari satu jiwa, yaitu Nabi Adam 'alaihissalam.
- Mustaqarr: Tempat menetap, yaitu rahim para ibu.
- Mustauda': Tempat dititipkan, yaitu tulang sulbi (punggung) para ayah.
- Fashshalna: Kami jelaskan secara terperinci dan lengkap.
- Yafqahun: Orang-orang yang memahami dan mengerti.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah! Allah Subhanahu wa Ta'ala-lah yang menciptakan kalian dari satu jiwa, yaitu Nabi Adam 'alaihissalam. Beliau diciptakan dari tanah, kemudian dari beliau lahirlah keturunan kalian hingga ke hari kiamat. Allah menjadikan bagi kalian dua tempat yang saling melengkapi dalam proses penciptaan manusia: *mustaqarr* (tempat menetap) yaitu rahim para ibu yang menjadi tempat janin tumbuh dan berkembang dengan penuh kasih sayang, dan *mustauda'* (tempat dititipkan) yaitu tulang sulbi para ayah yang menyimpan benih keturunan. Ini adalah bukti kekuasaan Allah yang Maha Agung dalam mengatur siklus kehidupan manusia.
Allah telah menjelaskan ayat-ayat-Nya dengan sangat terperinci dan lengkap, agar orang-orang yang berakal dan mau memahami dapat mengambil pelajaran. Allah mengajak kita untuk merenungkan asal-usul penciptaan kita, agar kita semakin mengenal kebesaran-Nya dan bersyukur atas nikmat kehidupan yang diberikan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan perjalanan hidup kita. Dari setetes air yang hina, Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Rahim ibu menjadi tempat yang aman dan nyaman, dan tulang sulbi ayah menjadi tempat penyimpanan yang terjaga. Semua ini terjadi bukan dengan sendirinya, melainkan dengan pengaturan Allah Yang Maha Bijaksana.
Maka, sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat penciptaan ini. Janganlah kita lalai dan sombong, karena asal-usul kita hanyalah dari tanah dan air yang hina. Renungkanlah: jika Allah mampu menciptakan kita dari sesuatu yang kecil dan lemah, maka Allah juga mampu membangkitkan kita kembali setelah mati untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang *yafqahun* — orang-orang yang memahami. Bukan sekadar membaca, tetapi merenungkan dan mengambil pelajaran dari setiap ayat Allah. Dengan pemahaman yang benar, hati kita akan semakin dekat kepada Allah, dan iman kita akan semakin kokoh. Mari kita jadikan setiap renungan tentang penciptaan ini sebagai pemicu untuk meningkatkan ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
📜 Ayat 96-100 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 98
Surat Al-An'am Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu)…Surat Ayat 98/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








