Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Alwah (الأَلْوَاحِ): Lembaran-lembaran yang terbuat dari kayu atau batu tempat dituliskannya Taurat.
- Mau'izhah (مَوْعِظَةً): Nasihat dan peringatan yang menyentuh hati untuk mencegah dari perbuatan dosa.
- Tafshilan (تَفْصِيلًا): Penjelasan yang terperinci dan lengkap.
- Biquwwah (بِقُوَّةٍ): Dengan sungguh-sungguh, tekun, dan penuh kesungguhan hati.
- Dār al-Fāsiqīn (دَارَ الْفَاسِقِينَ): Tempat tinggal orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, yakni neraka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayang-Nya yang agung menuliskan untuk Nabi Musa 'alaihissalam pada lembaran-lembaran Taurat segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Bani Israil dalam urusan agama dan dunia mereka. Di dalamnya terkandung nasihat-nasihat yang menjadi peringatan dan pengajaran, serta penjelasan yang terperinci tentang hukum-hukum halal dan haram, perintah dan larangan, kisah-kisah umat terdahulu, akidah yang benar, dan kabar-kabar ghaib. Semua itu adalah bukti kesempurnaan syariat dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Kemudian Allah berfirman kepada Musa: "Wahai Musa, peganglah Taurat ini dengan sungguh-sungguh dan penuh kesungguhan hati, amalkanlah isinya dengan tekun dan janganlah engkau lengah. Dan perintahkanlah kaummu—Bani Israil—untuk mengambil dan mengamalkan yang terbaik dari apa yang terkandung di dalamnya, yaitu dengan melaksanakan perintah dengan sebaik-baiknya, seperti memaafkan kesalahan orang lain yang lebih utama daripada membalas, dan bersabar yang lebih baik daripada membalas dendam."
Allah kemudian memberikan peringatan yang tegas: "Aku akan memperlihatkan kepada kalian tempat tinggal orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Ku dan melanggar perintah-Ku. Aku akan memperlihatkan kepada kalian bagaimana akibat dari kedurhakaan mereka, baik di dunia berupa kehancuran dan kebinasaan, maupun di akhirat berupa neraka yang menjadi tempat tinggal kekal mereka."
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita betapa besar perhatian Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Allah tidak membiarkan mereka berjalan dalam kegelapan tanpa petunjuk, melainkan menurunkan kitab-kitab suci yang menjadi cahaya penerang jalan kehidupan.
Perhatikanlah bagaimana Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memegang wahyu dengan kekuatan dan kesungguhan. Ini mengajarkan kita bahwa Al-Qur'an yang kita miliki saat ini—sebagai kitab terakhir yang sempurna—harus kita pegang dengan sungguh-sungguh pula. Bukan sekadar dibaca, tetapi dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.
Allah juga memerintahkan agar kita mengambil yang terbaik dari ajaran-Nya. Islam adalah agama yang indah dan sempurna; ia mengajarkan kita untuk memilih sifat-sifat yang paling mulia, seperti pemaaf, penyabar, dan pemberi maaf. Ini adalah jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, mengambil yang terbaik dari ajarannya, dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati hanya akan kita peroleh dengan berada di jalan Allah, dan kesengsaraan yang hakiki adalah ketika kita berpaling dari petunjuk-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berpegang teguh pada kitab-Nya dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
📜 Ayat 143-147 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 145
Surat Al-A'raf Ayat 145 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala…Surat Ayat 145/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 143–147. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








