Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- جَنَحُوا (janahuu): condong, cenderung, atau cenderung kepada sesuatu.
- لِلسَّلْمِ (lis-salm): perdamaian, berhenti dari peperangan, atau perjanjian damai.
- فَاجْنَحْ (fajnah): maka condonglah, maka terimalah, atau maka setujulah.
- تَوَكَّلْ (tawakkal): berserah diri dan bersandar sepenuhnya kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, apabila musuh-musuhmu yang tengah berperang melawanmu itu cenderung dan bersedia untuk berdamai serta menghentikan permusuhan, maka terimalah tawaran perdamaian tersebut dengan tulus dan janganlah engkau menolaknya. Berdamailah dengan mereka, karena perdamaian adalah jalan yang membawa kebaikan dan ketenangan bagi kedua belah pihak. Islam adalah agama yang mencintai perdamaian, dan Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menyambut perdamaian apabila pihak lain benar-benar menginginkannya dengan sungguh-sungguh.
Namun, dalam menerima perdamaian itu, janganlah engkau bersandar kepada janji manusia semata, karena manusia bisa berkhianat dan berubah sikap. Akan tetapi, bersandarlah dan bertawakallah sepenuhnya kepada Allah, serahkan segala urusanmu kepada-Nya, dan yakinlah bahwa Allah akan menjaga dan melindungimu dari segala tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala ucapan mereka, baik yang lahir maupun yang tersembunyi, dan Maha Mengetahui segala niat serta isi hati mereka. Jika mereka berniat jahat di balik tawaran damai itu, Allah akan mengetahuinya dan akan membalas tipu daya mereka dengan cara yang tidak mereka duga.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa perdamaian adalah pilihan yang mulia dalam Islam, selama tidak merugikan umat dan tidak menghinakan agama. Namun, kita tidak boleh lengah dan lalai, melainkan tetap waspada dan bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan pelajaran yang sangat indah bagi kita semua. Islam adalah agama yang sangat menghargai perdamaian dan menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang. Ketika musuh mengulurkan tangan perdamaian, maka kita dianjurkan untuk menyambutnya dengan lapang dada. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak pernah menginginkan peperangan, melainkan peperangan hanyalah jalan terakhir ketika tidak ada lagi pilihan lain.
Namun, yang lebih penting lagi, dalam setiap langkah kehidupan kita, baik dalam berdamai maupun dalam menghadapi segala urusan, kita diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah. Janganlah kita terlalu percaya kepada manusia, karena hati manusia bisa berubah-ubah. Tetapi percayalah kepada Allah, karena Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Dengan bertawakal kepada Allah, hati kita menjadi tenang, dan kita yakin bahwa apa pun yang terjadi, Allah selalu bersama orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup kita. Dalam setiap hubungan kita, baik dengan keluarga, tetangga, maupun sesama manusia, mari kita utamakan perdamaian dan menghindari permusuhan. Dan dalam setiap langkah kita, mari kita selalu bertawakal kepada Allah, karena hanya kepada-Nya kita bersandar dan memohon pertolongan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mencintai perdamaian dan senantiasa bertawakal kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 59-63 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 61
Surat Al-Anfal Ayat 61 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan…Surat Ayat 61/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 59–63. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








