Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يَخْدَعُوكَ (Yakhda'uka): Mereka hendak menipumu, yaitu berpura-pura menginginkan perdamaian padahal menyimpan tipu daya untuk memerangimu.
- حَسْبَكَ (Hasbaka): Cukup bagimu, artinya Allah-lah yang mencukupi dan melindungimu.
- أَيَّدَكَ (Ayyadaka): Menguatkanmu, meneguhkan dan menolongmu.
- بِنَصْرِهِ (Binasrihi): Dengan pertolongan-Nya, seperti mengirim para malaikat untuk membantumu.
- بِالْمُؤْمِنِينَ (Bil-Mu'minin): Dengan orang-orang beriman, yaitu para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi yang mulia, jika mereka—orang-orang kafir yang telah mengadakan perjanjian damai denganmu—sebenarnya berniat menipumu dengan berpura-pura menginginkan perdamaian, padahal di balik itu mereka menyusun rencana jahat untuk menyerangmu, maka janganlah engkau khawatir sedikit pun. Sesungguhnya Allah Ta'ala adalah pelindungmu yang paling sempurna, dan Dia-lah yang mencukupi segala urusanmu. Tidak ada satu pun tipu daya makhluk yang mampu menembus penjagaan-Nya.
Allah-lah yang telah menguatkanmu dengan pertolongan-Nya yang nyata, seperti turunnya para malaikat untuk membantumu di medan perang, dan Dia juga menguatkanmu dengan kehadiran orang-orang beriman dari kalangan Muhajirin dan Anshar yang berjuang bersamamu. Mereka adalah tentara Allah yang setia, yang hati mereka telah dipersatukan oleh Allah dalam ikatan iman yang kokoh. Sungguh, jika engkau membelanjakan seluruh kekayaan dunia untuk mempersatukan hati mereka, niscaya engkau tidak akan mampu melakukannya. Akan tetapi, Allah-lah yang mempersatukan hati mereka di atas keimanan, sehingga mereka menjadi saudara yang saling mencintai karena Allah.
Sungguh, Allah Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya, tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, dan Maha Bijaksana dalam segala ketentuan dan pengaturan-Nya. Dia mengetahui tipu daya musuh-musuh-Nya dan menggagalkan seluruh rencana jahat mereka dengan cara yang tidak pernah mereka duga.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah keyakinan yang sangat agung: bahwa pertolongan Allah adalah satu-satunya sandaran yang hakiki. Ketika manusia menghadapi tipu daya musuh, sering kali mereka merasa cemas dan takut. Namun, seorang mukmin sejati meyakini bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya. Allah selalu punya cara untuk melindungi dan memenangkan orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
Perhatikanlah bagaimana Allah menyebutkan dua bentuk pertolongan-Nya: pertama, pertolongan langsung dari-Nya berupa dukungan gaib seperti para malaikat; kedua, pertolongan melalui hamba-hamba-Nya yang beriman. Ini mengajarkan kita bahwa persatuan umat adalah kekuatan yang sangat besar. Ketika hati-hati orang beriman bersatu di atas iman, maka tidak ada kekuatan musuh yang mampu mengalahkan mereka.
Maka, jadilah pribadi yang selalu bertawakal kepada Allah dalam setiap urusan, dan jadilah bagian dari barisan orang-orang beriman yang saling menguatkan. Jangan pernah takut terhadap tipu daya siapa pun, karena Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik. Ketahuilah, bahwa kemenangan itu datang dari Allah, dan Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia.
📜 Ayat 60-64 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 62
Surat Ayat 62/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








