Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Laula (لَوْلَا): Seandainya bukan karena...
- Kitābun minallāh (كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ): Ketetapan dan ketentuan yang telah ditulis dan ditetapkan oleh Allah.
- Sabaqa (سَبَقَ): Telah terdahulu/tertetapkan lebih dahulu.
- Lamassakum (لَمَسَّكُمْ): Pasti akan menimpa/menyentuh kalian.
- Akhatztum (أَخَذْتُمْ): Yang kalian ambil (berupa harta tebusan tawanan perang Badar).
Tafsir Lengkap:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama firman Allah yang agung ini. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Perang Badar. Saat itu, para sahabat Rasulullah ﷺ mengambil tebusan dari para tawanan perang, padahal wahyu yang mengatur tentang hal itu belum turun. Mereka bersungguh-sungguh dalam berijtihad, namun ternyata keputusan itu belum sesuai dengan ketentuan syariat yang akan Allah tetapkan kemudian.
Allah ﷻ berfirman: *"Seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah"* — yaitu ketetapan dan takdir yang telah Allah tulis di Lauhul Mahfuzh bahwa Dia tidak akan menyiksa hamba-Nya atas kesalahan yang dilakukan karena ijtihad dan belum adanya ketentuan syariat yang jelas — *"niscaya kalian akan ditimpa azab yang besar"* disebabkan apa yang kalian ambil berupa harta tebusan tersebut.
Betapa besar kasih sayang Allah kepada umat ini! Allah tidak serta-merta menghukum mereka atas kesalahan ijtihad tersebut, karena Allah telah menetapkan dalam ilmu-Nya yang azali bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat yang dimudahkan dan dirahmati. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang di jalan-Nya.
Namun, di balik rahmat yang agung ini, terdapat pelajaran berharga bagi kita semua. Ayat ini mengajarkan bahwa dalam beragama, kita tidak boleh tergesa-gesa mengambil keputusan sebelum ada ketentuan yang jelas dari Allah dan Rasul-Nya. Para sahabat yang mulia itu adalah orang-orang terbaik, namun mereka pun bisa keliru dalam berijtihad. Maka bagaimana dengan kita? Sudah sepatutnya kita senantiasa merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam setiap perkara, dan tidak mendahulukan pendapat atau keinginan hawa nafsu di atas ketentuan syariat.
Kisah ini juga menunjukkan betapa Allah mencintai para sahabat dan umat Islam secara umum. Allah tidak menghukum kesalahan mereka, bahkan kemudian Allah menurunkan wahyu yang menghalalkan ghanimah (harta rampasan perang) dan membolehkan mengambil tebusan dari tawanan perang. Ini adalah kemudahan dari Allah untuk umat ini yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, bahwa di antara keistimewaan umat ini adalah dihalalkannya ghanimah bagi mereka.
Marilah kita jadikan pelajaran ini sebagai motivasi untuk semakin cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Betapa sayangnya Allah kepada kita, betapa mudahnya syariat ini bagi kita, dan betapa besarnya rahmat yang telah Allah limpahkan. Maka sudah sepantasnya kita bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama, agar kita tidak terjerumus dalam kesalahan karena kebodohan, dan agar setiap langkah kita senantiasa berada di atas petunjuk Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 66-70 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 68
Surat Al-Anfal Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah,…Surat Ayat 68/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








