Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- لَا تَعْتَذِرُوا : Janganlah kalian mengemukakan alasan-alasan (untuk membenarkan diri kalian).
- قَدْ كَفَرْتُم : Sungguh kalian telah kafir (dengan ucapan ejekan kalian).
- طَائِفَةٍ : Segolongan / sekelompok orang.
- مُجْرِمِينَ : Orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa (bersikeras dalam kemunafikan).
Tafsir Lengkap:
Wahai kaum Muslimin yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini turun sebagai teguran keras kepada sekelompok orang munafik yang pada suatu ketika mengejek dan memperolok-olokkan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang sedang dalam perjalanan jihad. Mereka berkata dengan nada menghina, "Tidaklah kami melihat orang-orang ini (para sahabat) melainkan mereka adalah orang-orang yang paling kuat perutnya, paling besar dustanya, dan paling penakut ketika berperang." Padahal mereka tahu bahwa di antara para sahabat ada orang-orang yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Maka Allah ﷻ membongkar kedok mereka dengan firman-Nya: "Janganlah kalian meminta maaf!" Artinya, tidak ada gunanya lagi kalian mengemukakan alasan-alasan palsu dan ucapan "kami hanya bersenda gurau" — karena sungguh, "kalian telah kafir setelah keimanan kalian" — yakni kalian telah menampakkan kekufuran dengan ejekan kalian itu, setelah sebelumnya kalian hanya menyembunyikannya dalam hati. Kalian mengaku beriman dengan lisan, tetapi perbuatan kalian justru membuktikan sebaliknya. Ini adalah peringatan tegas bahwa memperolok-olokkan agama Allah, Rasul-Nya, atau ayat-ayat-Nya adalah bentuk kekufuran yang nyata, bukan sekadar gurauan ringan.
Kemudian Allah ﷻ dengan keadilan dan rahmat-Nya berfirman: "Jika Kami memaafkan segolongan dari kalian" — yaitu mereka yang benar-benar menyesali perbuatannya, bertaubat dengan tulus, meninggalkan kemunafikan, dan mengikhlaskan diri kepada Allah — "niscaya Kami akan mengazab segolongan yang lain" — yaitu mereka yang tetap bersikeras dalam kemunafikan, tidak mau bertaubat, dan terus menerus berbuat dosa. Azab itu mereka terima "karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa" — yakni mereka telah bertekad bulat untuk tetap berada dalam kekufuran dan tidak mau kembali ke jalan yang benar.
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Pertama, betapa besarnya bahaya lisan yang mempermainkan perkara-perkara agama. Sebagian orang menganggap remeh ejekan atau sindiran terhadap syariat, ulama, atau amalan-amalan Islam, padahal ini bisa menggugurkan keimanan seseorang tanpa ia sadari. Kedua, Allah ﷻ Maha Pengampun lagi Maha Penyayang — pintu taubat tetap terbuka bagi siapa saja yang benar-benar menyesal dan kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih. Namun di sisi lain, Allah juga Maha Adil — tidak ada seorang pun yang luput dari keadilan-Nya jika ia terus-menerus berbuat dosa dan tidak mau berubah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Jagalah lisan kita dari perkataan yang merendahkan agama, jauhilah majelis-majelis yang di dalamnya terdapat ejekan terhadap Allah, Rasul-Nya, atau ajaran Islam. Dan jika kita pernah terlanjur berbuat demikian, maka bersegeralah bertaubat dengan taubat yang nasuha (tulus), karena Allah ﷻ tidak pernah menutup pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan yang diampuni dan dijauhkan dari azab-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 64-68 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 66
Surat At-Taubah Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.…Surat Ayat 66/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







