Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ummatan wāḥidah: Satu umat, yaitu berada di atas satu agama, yakni agama Islam dan tauhid.
- Fakhtalafū: Mereka berselisih dan terpecah belah menjadi berbagai golongan dan keyakinan.
- Kalimah sabaqat min rabbika: Suatu ketetapan yang telah lebih dahulu ditetapkan oleh Allah, yaitu penundaan keputusan hingga hari kiamat.
Tafsir Ayat:
Manusia pada mulanya berada di atas satu agama yang benar, yaitu agama Islam dan tauhid kepada Allah semata. Mereka bersatu dalam keimanan dan petunjuk. Namun kemudian mereka berselisih dan terpecah belah; sebagian tetap teguh di atas kebenaran dan iman, sementara sebagian lainnya menyimpang dan kufur.
Seandainya tidak ada ketetapan yang telah lebih dahulu ditetapkan oleh Allah bahwa Dia tidak akan memberikan keputusan di antara mereka di dunia ini, melainkan menundanya hingga hari kiamat, maka Allah pasti akan segera mengadili perselisihan mereka di dunia. Orang-orang yang berada di atas kebatilan akan dibinasakan, dan orang-orang yang berada di atas kebenaran akan diselamatkan dan dimenangkan.
Akan tetapi, hikmah Allah menghendaki untuk memberi tangguh kepada orang-orang yang bersalah dan bermaksiat, serta menunda keputusan akhir hingga hari kiamat, di mana setiap jiwa akan menerima balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Inilah keadilan dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita bahwa perselisihan di antara manusia adalah sesuatu yang telah diketahui oleh Allah sejak dahulu kala. Namun Allah Yang Maha Penyayang tidak serta-merta menghukum setiap orang yang berselisih di dunia ini. Justru Allah memberikan kesempatan, membuka pintu taubat, dan menunda keputusan hingga hari perhitungan.
Betapa besar kasih sayang Allah kepada kita! Jika Allah ingin bersegera menghukum setiap kesalahan, niscaya tidak ada seorang pun yang tersisa di muka bumi ini. Namun Allah memberi kita waktu untuk kembali kepada-Nya, memperbaiki diri, dan berlomba dalam kebaikan.
Maka marilah kita jadikan perbedaan yang ada di antara kita sebagai rahmat, bukan laknat. Kita kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman, dan kita serahkan segala perselisihan yang hakiki kepada keputusan Allah di hari kiamat. Sungguh, orang yang beruntung adalah mereka yang tetap teguh di atas kebenaran dan tidak goyah oleh perbedaan di sekelilingnya.
📜 Ayat 17-21 — Yunus
Terjemah — Yunus 19
Surat Yunus Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah…Surat Ayat 19/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








