Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Andād (أندادًا): tandingan-tandingan atau sekutu-sekutu. Maksudnya adalah menjadikan makhluk sebagai tandingan bagi Allah dalam hal ibadah dan pengagungan.
- Liyuḍillū (لِيُضِلُّوا): agar mereka menyesatkan manusia.
- Sabīlih (سَبِيلِهِ): jalan Allah, yaitu agama tauhid yang lurus.
- Tamatta'ū (تَمَتَّعُوا): bersenang-senanglah dan nikmatilah.
- Maṣīr (مَصِير): tempat kembali dan tempat akhir.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keburukan perilaku orang-orang musyrik yang telah melampaui batas. Mereka menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan berupa berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan lain, lalu mereka menyembahnya bersama Allah. Mereka melakukan perbuatan syirik yang keji ini bukan hanya karena kebodohan mereka, tetapi juga dengan tujuan yang lebih jahat lagi, yaitu untuk menyesatkan manusia lain dari jalan Allah yang lurus, jalan tauhid dan keikhlasan beribadah hanya kepada-Nya.
Mereka berusaha sekuat tenaga untuk memalingkan manusia dari kebenaran, menghiasi kesyirikan mereka dengan berbagai macam syubhat dan tipu daya, serta mengajak manusia untuk mengikuti mereka dalam kesesatan. Mereka mengira bahwa dengan banyaknya pengikut, mereka akan menang dan kebatilan mereka akan menjadi benar.
Maka Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk berkata kepada mereka dengan nada ancaman dan peringatan yang tegas: "Nikmatilah dan bersenang-senanglah kalian dengan segala syahwat dan kelezatan dunia yang sementara ini, dan teruskanlah usaha kalian untuk menyesatkan manusia. Namun ketahuilah, bahwa semua itu hanya akan berlangsung sesaat. Sungguh, tempat kembali kalian yang terakhir dan yang kekal adalah neraka yang menyala-nyala. Tidak ada tempat kembali lain bagi kalian selain neraka."
Ini adalah ancaman yang sangat keras dari Allah bagi orang-orang yang menjadikan tandingan bagi-Nya dan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Nya. Mereka akan merasakan akibat dari perbuatan mereka di akhirat nanti, yaitu adzab yang pedih di dalam api neraka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Pertama, betapa besarnya dosa syirik dan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah. Kedua, kehidupan dunia dengan segala kenikmatannya hanyalah kesenangan yang menipu dan sangat singkat. Allah memberikan tenggang waktu kepada orang-orang kafir untuk menikmati dunia, namun itu semua hanyalah istidraj (penangguhan yang membawa mereka semakin dalam kepada adzab).
Oleh karena itu, marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kita untuk berada di jalan yang lurus. Janganlah kita tertipu oleh gemerlapnya dunia yang sementara. Jadikanlah hidup ini untuk mencari keridhaan Allah, mengajak kepada kebaikan, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sungguh, surga adalah tempat kembali yang paling indah bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang-orang yang kafir dan menyesatkan. Semoga Allah melindungi kita semua dari kesesatan dan mengokohkan kita di atas jalan-Nya yang lurus.
📜 Ayat 28-32 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 30
Surat Ibrahim Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka…Surat Ayat 30/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








