Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Naba' : Berita besar dan penting.
- Al-Bayyinat : Bukti-bukti yang jelas dan nyata.
- Faraddu aydiyahum fi afwahihim : Mereka menggigit jari-jari tangan mereka karena sangat marah dan kesal.
- Murib : Sesuatu yang menimbulkan keraguan dan kegelisahan yang kuat.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum musyrik Quraisy, apakah belum sampai kepada kalian berita tentang umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena kekufuran mereka? Seperti kaum Nabi Nuh yang tenggelam dalam banjir besar, kaum 'Ad yang dihancurkan dengan angin kencang yang membinasakan, dan kaum Tsamud yang dibinasakan dengan suara petir yang menggelegar. Juga umat-umat setelah mereka yang jumlahnya sangat banyak, tidak ada yang mengetahui hitungan mereka kecuali Allah semata.
Rasul-rasul mereka datang membawa mukjizat dan bukti-bukti yang sangat jelas dan nyata. Namun alih-alih menerima kebenaran dengan lapang dada, mereka justru menggigit jari-jari tangan mereka karena kemarahan yang memuncak dan keengganan yang sombong untuk menerima kebenaran. Mereka berkata kepada para rasul dengan penuh penolakan: "Kami mengingkari apa yang kalian bawa, dan sesungguhnya kami benar-benar berada dalam keraguan yang sangat menggelisahkan terhadap apa yang kalian serukan kepada kami berupa iman dan tauhid."
Pelajaran dan Hikmah:
Sungguh, kisah umat-umat terdahulu adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Mereka memiliki kekuatan, harta, dan peradaban yang maju, namun semua itu tidak mampu menolak azab Allah ketika mereka menolak kebenaran. Mereka membalas kebaikan para rasul dengan kemarahan dan penolakan, padahal para rasul datang membawa petunjuk yang justru akan menyelamatkan mereka.
Wahai saudaraku, betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang rendah hati dan mau menerima kebenaran dengan lapang dada. Jangan biarkan kesombongan dan hawa nafsu menghalangi kita dari hidayah Allah. Renungkanlah bagaimana nasib mereka yang menolak kebenaran, dan betapa bahagianya mereka yang bersegera beriman dan beramal saleh. Allah selalu memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertobat sebelum datangnya azab. Maka marilah kita jadikan kisah-kisah ini sebagai peringatan agar kita senantiasa istiqamah di jalan Allah, menjauhi kesombongan, dan selalu membuka hati untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 7-11 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 9
Surat Ayat 9/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








