Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Laganiyyun (لَغَنِيٌّ): Maha Kaya, tidak membutuhkan segala sesuatu dari makhluk-Nya.
- Hamid (حَمِيدٌ): Maha Terpuji, yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan berhak menerima segala pujian.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Nabi Musa 'alaihissalam kepada kaumnya. Beliau berkata: "Jika kalian kufur kepada Allah, kalian semua dan seluruh penghuni bumi secara keseluruhan, maka kekufuran kalian itu sama sekali tidak akan merugikan Allah sedikit pun."
Ini adalah pelajaran yang sangat dalam tentang hakikat kekufuran dan keimanan. Kekufuran manusia tidak akan mengurangi keagungan Allah, dan keimanan mereka tidak akan menambah kekuasaan-Nya. Allah tetap Allah dalam segala keadaan—Maha Kaya dari segala kebutuhan, dan Maha Terpuji dalam segala kondisi.
Allah itu ghaniyyun (Maha Kaya) dalam zat-Nya, tidak membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidak memerlukan ibadah mereka, dan tidak bergantung kepada siapa pun. Bahkan seluruh alam semesta ini tegak dengan kehendak-Nya, dan semua makhluk hidup dalam limpahan rahmat-Nya.
Dan Allah itu hamidun (Maha Terpuji), yang berhak menerima segala pujian dari seluruh makhluk-Nya. Pujian para malaikat, pujian para nabi, pujian orang-orang beriman, bahkan pujian seluruh alam semesta—semuanya layak ditujukan hanya kepada-Nya. Kekufuran orang-orang kafir tidak akan menodai kemuliaan-Nya, dan keimanan orang-orang mukmin tidak akan menambah keagungan-Nya.
Renungkanlah wahai saudaraku! Jika seluruh manusia dari zaman Adam hingga hari kiamat bersatu untuk kufur kepada Allah, maka Allah tetap Maha Kaya dan Maha Terpuji. Sebaliknya, jika seluruh manusia beriman kepada-Nya, maka keimanan mereka itu adalah karunia dari Allah untuk mereka sendiri, bukan untuk kepentingan Allah.
Maka betapa ruginya orang-orang yang memilih jalan kekufuran! Mereka meninggalkan sumber kebahagiaan yang hakiki, berpaling dari Rabb yang Maha Pengasih, dan memilih kesesatan yang hanya akan membawa mereka pada penyesalan yang tiada berkesudahan.
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah kebenaran yang membebaskan jiwa: bahwa ibadah kita, doa kita, dan ketaatan kita kepada Allah bukanlah karena Allah membutuhkan kita, tetapi karena kitalah yang membutuhkan-Nya. Kita yang butuh kepada rahmat-Nya, kita yang butuh kepada ampunan-Nya, dan kita yang butuh kepada petunjuk-Nya.
Maka marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi hamba yang bersyukur, yang selalu memuji Allah dalam setiap keadaan, yang menjadikan keimanan sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena sesungguhnya, keimanan itu adalah hadiah terindah dari Allah untuk hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya mendapat kebaikan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur, yang selalu memuji-Nya dalam suka maupun duka, dan yang merasakan manisnya iman dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 8
Surat Ibrahim Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di…Surat Ayat 8/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








