Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- حَرْثٌ (hartsun): Ladang atau tempat bercocok tanam. Istilah ini digunakan sebagai perumpamaan bagi istri, karena dari merekalah keturunan ditanam dan tumbuh seperti tanaman di ladang.
- أَنَّى (annā): Dari arah atau cara mana pun.
- قَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ (qaddimū li'anfusikum): Kerjakanlah amal kebaikan sebagai bekal untuk akhirat kalian.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa istri-istri kalian adalah ladang tempat kalian menanam benih keturunan. Sebagaimana ladang yang subur menghasilkan tanaman, demikian pula rahim istri kalian menjadi tempat tumbuhnya anak-anak atas kehendak Allah. Maka datangilah ladang kalian itu —yakni istri kalian— dari arah dan cara yang kalian inginkan, selama tetap pada tempat yang dihalalkan, yaitu pada kemaluan (qubul), bukan pada dubur. Allah membolehkan berbagai posisi dalam berhubungan suami-istri selama tetap pada tempat yang halal, karena tujuan utamanya adalah menghasilkan keturunan yang saleh.
Ayat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan para sahabat mengenai hukum mendatangi istri dari arah belakang (posisi), dan Allah dengan rahmat-Nya menjelaskan bahwa yang dilarang hanyalah berhubungan pada dubur, sedangkan berbagai posisi lain dibolehkan selama pada tempat yang halal.
Kemudian Allah memerintahkan: "Dan dahulukanlah untuk diri kalian" — maksudnya, hendaknya kalian melakukan amal-amal saleh sebagai bekal menghadap Allah, di antaranya adalah berniat baik dalam berhubungan dengan istri, yaitu berniat untuk menjaga kesucian diri, mendapatkan keturunan yang saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum berhubungan, bacalah basmalah dan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar terhindar dari gangguan setan.
Selanjutnya Allah berfirman: "Dan bertakwalah kepada Allah" — yaitu takutlah kepada Allah dalam segala keadaan, patuhi perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya, termasuk dalam urusan rumah tangga dan pergaulan dengan istri. "Dan ketahuilah bahwa kalian akan menghadap-Nya" — sadarilah bahwa suatu saat kalian akan berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat, dan Dia akan membalas segala amal perbuatan kalian, baik yang kecil maupun yang besar.
Ayat ini ditutup dengan kabar gembira: "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman" — wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada mereka berita yang menggembirakan, yaitu balasan yang mulia di sisi Allah berupa surga yang penuh kenikmatan abadi dan kebahagiaan melihat wajah Allah Yang Maha Mulia.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam dalam mengatur hubungan suami-istri. Islam tidak memandang hubungan ini sekadar pemenuhan syahwat semata, tetapi mengangkatnya menjadi ibadah yang bernilai pahala ketika disertai niat yang baik. Bahkan dalam momen yang paling privat sekalipun, seorang muslim diajarkan untuk mengingat Allah, membaca basmalah, dan berniat mendapatkan keturunan yang saleh.
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Ia tidak mengharamkan yang halal, tidak pula mempersempit yang telah dilapangkan oleh Allah. Namun di saat yang sama, ia mengajarkan adab dan batasan agar manusia tidak terjerumus ke dalam yang diharamkan.
Marilah kita jadikan setiap aspek kehidupan kita —termasuk urusan rumah tangga— sebagai ladang amal untuk akhirat. Ingatlah bahwa kita semua akan kembali menghadap Allah, dan tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan-Nya. Maka berbahagialah orang-orang yang beriman, karena bagi mereka telah disiapkan balasan yang tiada tara di sisi Rabb mereka.
📜 Ayat 221-225 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 223
Surat Al-Baqarah Ayat 223 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah…Surat Ayat 223/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 221–225. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








