Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Mahidh: Darah haid yang keluar dari rahim wanita secara alami pada waktu-waktu tertentu.
- Adza: Sesuatu yang kotor dan mengganggu, menyakiti, serta tidak nyaman.
- I'tazilu: Jauhilah, tinggalkanlah.
- Yathurna: Berhentinya darah haid.
- Tathahharna: Bersuci dengan mandi setelah darah berhenti.
- Atuhunna: Campurilah mereka (istri kalian).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, para sahabat bertanya kepadamu tentang hukum mendekati dan menggauli istri di masa haid. Maka Allah memerintahkanmu untuk menjawab: "Haid itu adalah kotoran yang mengganggu dan menyakiti, baik bagi suami maupun istri. Oleh karena itu, jauhilah menggauli istri selama masa haid berlangsung, dan janganlah kalian mendekati mereka untuk berhubungan suami-istri hingga darah haid itu berhenti. Apabila darah telah berhenti dan mereka telah bersuci dengan mandi, maka barulah kalian boleh menggauli mereka melalui jalan yang telah Allah perintahkan, yaitu farji (kemaluan), bukan melalui dubur. Sungguh, Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang banyak bertaubat dari segala dosa dan kesalahan, dan Dia juga mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian, baik lahir maupun batin."
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan kehormatan. Allah tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga mengatur hal-hal yang sangat privat dalam kehidupan rumah tangga agar pasangan suami istri hidup dalam kebersihan, kasih sayang, dan keberkahan. Ketika seorang suami menahan diri dari menggauli istrinya di masa haid, itu bukanlah bentuk penolakan atau kebencian, melainkan bentuk kepatuhan kepada Allah dan wujud kasih sayang yang sesungguhnya—menjaga kesehatan istri dan menghormati kodrat kewanitaannya.
Allah menutup ayat ini dengan dua sifat yang Dia cintai: *at-Tawwabin* (orang-orang yang banyak bertaubat) dan *al-Mutathahhirin* (orang-orang yang bersuci). Ini adalah kabar gembira bagi kita semua. Jika kita pernah berbuat salah atau melanggar batas-batas Allah, janganlah berputus asa. Pintu taubat selalu terbuka. Dan jika kita ingin dicintai Allah, maka jagalah kesucian—kesucian badan, pakaian, tempat, dan yang terpenting kesucian hati dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Dengan begitu, kita akan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah dan dirahmati dalam setiap langkah kehidupan kita.
📜 Ayat 220-224 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 222
Surat Al-Baqarah Ayat 222 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu…Surat Ayat 222/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 220–224. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








