Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَلَا يَأْتَلِ: Janganlah bersumpah.
- أُولُو الْفَضْلِ: Orang-orang yang memiliki keutamaan dalam agama.
- وَالسَّعَةِ: Dan kelapangan harta/kekayaan.
- أَن يُؤْتُوا: Untuk tidak memberikan (dalam konteks ini, bersumpah untuk tidak memberi).
- وَلْيَعْفُوا: Dan hendaklah mereka memaafkan.
- وَلْيَصْفَحُوا: Dan hendaklah mereka melapangkan dada (berlapang dada) serta tidak membalas kesalahan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyeru kepada orang-orang yang memiliki keutamaan dalam keimanan dan kelapangan dalam harta agar mereka tidak bersumpah untuk memutuskan pemberian dan bantuan kepada kerabat dekat, orang-orang miskin, dan para muhajirin yang berjuang di jalan Allah. Ayat ini turun berkaitan dengan sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, yang bersumpah untuk tidak lagi memberi nafkah kepada kerabatnya yang bernama Misthah bin Utsatsah, karena Misthah turut menyebarkan berita bohong (haditsul ifki) tentang Aisyah radhiyallahu 'anha, putri Abu Bakar dan istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Allah melarang sikap seperti itu, dan memerintahkan agar mereka memaafkan serta berlapang dada terhadap kesalahan yang telah dilakukan. Allah mengingatkan mereka dengan pertanyaan yang menyentuh hati: "Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni dosa-dosa kalian?" Maka sebagaimana kalian ingin diampuni oleh Allah, maafkanlah kesalahan sesama manusia. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat dan memaafkan sesamanya.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung: bahwa memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan untuk mendapatkan ampunan Allah. Semakin besar kedudukan seseorang di sisi Allah, semakin besar pula tuntutan untuk berakhlak mulia, terutama dalam hal memaafkan. Ketika Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mendengar ayat ini, beliau langsung berkata: "Tentu, demi Allah, aku sangat ingin Allah mengampuniku." Maka beliau pun kembali memberikan nafkah kepada Misthah dan berkata: "Demi Allah, aku tidak akan pernah memutuskan pemberian ini darinya selamanya."
Inilah keindahan Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan, tidak menyimpan dendam, dan selalu berbuat baik meskipun telah disakiti. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang pemaaf, dan balasan bagi orang yang memaafkan adalah ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Marilah kita meneladani akhlak mulia para sahabat, karena dengan memaafkan, hati menjadi tenang, persaudaraan semakin erat, dan ridha Allah pun kita raih.
📜 Ayat 20-24 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 22
Surat An-Nur Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara…Surat Ayat 22/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








