Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Jahda aimānihim: Sumpah yang paling sungguh-sungguh dan ditekankan sekuat-kuatnya.
- Layakhrujunna: Sungguh mereka akan keluar (berperang).
- Ṭā‘atun ma‘rūfah: Ketaatan yang diketahui dan diakui kebaikannya, bukan sekadar sumpah kosong.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang perilaku orang-orang munafik yang gemar bersumpah dengan nama Allah secara berlebihan dan penuh kepalsuan. Mereka bersumpah dengan sumpah yang paling berat dan paling sungguh-sungguh: "Jika engkau memerintahkan kami wahai Rasulullah untuk berjihad dan berperang, niscaya kami akan keluar serta-merta mengikuti perintahmu." Mereka mengucapkan ini di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meyakinkan beliau akan kesetiaan mereka.
Namun Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk membongkar kepalsuan mereka: "Katakanlah kepada mereka: Janganlah kalian bersumpah! Cukuplah kalian berhenti dari sumpah palsu kalian itu. Ketaatan yang kalian ucapkan itu seharusnya dibuktikan dengan perbuatan nyata, bukan sekadar sumpah di atas lisan. Ketaatan yang baik dan diterima adalah ketaatan yang dibuktikan dengan amal perbuatan yang tulus dan konsisten, bukan sekadar janji manis dan sumpah yang dusta."
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kalian kerjakan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya. Allah mengetahui isi hati kalian yang penuh kemunafikan itu, dan Dia akan membalas setiap amal perbuatan kalian dengan balasan yang setimpal.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kejujuran dan konsistensi antara ucapan dan perbuatan. Betapa banyak di antara kita yang pandai berjanji dan bersumpah, namun ketika tiba saatnya untuk membuktikan, justru menghindar dan berlari dari tanggung jawab.
Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang *istqāmah* — teguh dan konsisten. Ucapan kita harus selaras dengan perbuatan. Allah tidak membutuhkan sumpah-sumpah kita yang kosong, tetapi Dia melihat amal perbuatan kita yang nyata. Sebagaimana firman-Nya dalam ayat lain: *"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan"* (QS. Ash-Shaff: 3).
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jadilah pribadi yang jujur, yang ucapannya selaras dengan perbuatannya. Karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu — tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Setiap niat, setiap amal, setiap gerak hati kita, semuanya tercatat dan akan dibalas dengan keadilan-Nya yang sempurna.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dan istiqamah dalam ketaatan, serta menjauhkan kita dari sifat munafik yang tercela. Aamiin.
📜 Ayat 51-55 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 53
Surat Ayat 53/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








