Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَحْسَبُ — kamu mengira/menyangka.
- يَسْمَعُونَ — mendengar dengan telinga mereka.
- يَعْقِلُونَ — memahami dan merenungkan dengan akal.
- كَالْأَنْعَامِ — seperti binatang ternak (unta, sapi, kambing).
- أَضَلُّ سَبِيلًا — lebih sesat jalannya.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, janganlah engkau bersedih dan jangan pula engkau heran terhadap sikap mereka yang berpaling dari dakwahmu. Bahkan, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan dari mereka itu benar-benar mendengar seruanmu dengan pendengaran yang disertai pemahaman dan penerimaan? Atau apakah mereka memahami dalil-dalil dan bukti-bukti yang engkau sampaikan dengan akal yang sehat? Sekali-kali tidak! Mereka itu tidak ubahnya seperti binatang ternak yang tidak memahami apa yang didengar dan dilihatnya. Bahkan mereka lebih sesat jalannya daripada binatang ternak itu sendiri.
Mengapa demikian? Karena binatang ternak itu, meskipun tidak berakal, ia tetap mengetahui jalan menuju tempat minumnya dan mengenali padang rumputnya. Ia akan kembali kepada pemiliknya dan mengikuti kemana pun ia dipanggil. Adapun mereka (orang-orang kafir itu), mereka justru berpaling dari kebenaran yang jelas, menolak bukti-bukti yang nyata, dan lebih memilih kesesatan daripada petunjuk. Mereka mendengar tetapi tidak mengambil manfaat, mereka melihat tetapi tidak mau merenungkan, dan mereka memiliki akal tetapi tidak menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah. Maka sungguh, mereka lebih buruk keadaannya daripada binatang ternak.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa tingginya nilai akal dan hati yang mau merenung. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan telinga, mata, dan akal bukan sekadar untuk hiasan tubuh, melainkan sebagai sarana untuk mengenal kebenaran dan mendekatkan diri kepada-Nya. Betapa ruginya seseorang yang memiliki semua nikmat itu, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami Al-Qur'an dan merenungkan kebesaran Sang Pencipta.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk bagi diri kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini. Setiap kali kita mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, mari kita buka hati, renungkan maknanya, dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sesungguhnya, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang mau mendengar, memahami, dan mengamalkan firman-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Aamiin.
📜 Ayat 42-46 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 44
Surat Al-Furqan Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau…Surat Ayat 44/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








