Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Tilka (تِلْكَ): Itu, merujuk pada pendidikan dan pengasuhan yang diberikan Fir'aun kepada Musa.
- Tamunnuha (تَمُنُّهَا): Kamu menghitung-hitungnya sebagai budi baik, atau kamu menyebut-nyebutnya sebagai jasa.
- Abaddta (عَبَّدتَّ): Kamu telah menjadikan mereka sebagai budak/hamba sahaya, memperbudak.
- Bani Israil: Keturunan Nabi Ya'qub, kaum Nabi Musa.
Tafsir:
Dalam ayat ini, Nabi Musa 'alaihissalam menjawab perkataan Fir'aun yang mengingatkan bahwa dirinya telah diasuh dan dibesarkan di istana Fir'aun sejak kecil. Fir'aun berkata, "Bukankah kami telah mendidikmu di antara kami sejak kecil, dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?" (QS. Asy-Syu'ara': 18).
Dengan tegas dan bijak, Nabi Musa membalas: "Itu adalah nikmat yang kamu sebut-sebut sebagai budi baikmu kepadaku, padahal kamu telah memperbudak Bani Israil!" Maksudnya: Wahai Fir'aun, bagaimana mungkin kamu menghitung pendidikan dan pengasuhanmu kepadaku sebagai jasa yang besar, sementara pada saat yang sama kamu memperbudak kaumku, Bani Israil? Kamu membunuh anak-anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka untuk dijadikan pembantu dan pelayan. Kamu jadikan mereka budak-budak yang hina, sementara aku sendiri termasuk dari kaum yang kamu perbudak itu. Maka nikmat yang kamu sebut-sebut itu sebenarnya bukanlah kemurnian kasih sayang, melainkan bagian dari politik perbudakanmu. Bahkan tindakanmu memperbudak Bani Israil itu telah menghapus nilai kebaikan yang kamu lakukan kepadaku.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa kebaikan yang disertai dengan kezaliman kepada orang lain tidak layak dibanggakan. Seorang mukmin yang cerdas tidak akan terpukau oleh budi baik seseorang jika di balik itu ada kezaliman dan penindasan terhadap kaumnya. Nabi Musa tidak lupa akan identitasnya sebagai bagian dari Bani Israil yang tertindas, meskipun ia dibesarkan di istana raja. Ia tidak silau oleh kemewahan dan kekuasaan Fir'aun, karena ia tahu bahwa kemewahan itu dibangun di atas penderitaan kaumnya.
Saudaraku, inilah keteguhan seorang nabi yang tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yang diberikan oleh penguasa zalim. Ia tetap membela kebenaran dan keadilan, meskipun harus berhadapan dengan orang yang pernah berjasa kepadanya secara lahiriah. Ini mengajarkan kita bahwa prinsip dan akidah tidak bisa ditukar dengan budi baik seseorang, apalagi budi baik itu disertai dengan penindasan terhadap orang lain. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang teguh membela kebenaran, tidak mudah terpengaruh oleh pemberian duniawi yang menyesatkan, dan senantiasa istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 20-24 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 22
Surat Asy-Syu'ara Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah…Surat Ayat 22/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








