Terjemah — Tafsir
Makna Kata yang Perlu Dijelaskan:
- لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ — Tidak ada sedikit pun urusan (hamba-hamba-Ku) berada di tanganmu.
- أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ — Atau Allah menerima tobat mereka (memberi mereka taufik untuk masuk Islam).
- أَوْ يُعَذِّبَهُمْ — Atau Allah mengazab mereka (di dunia dan akhirat) karena kekafiran mereka.
- ظَالِمُونَ — Orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya dengan mempersekutukan Allah dan memerangi Rasul-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa urusan hamba-hamba-Ku sama sekali bukanlah urusanmu. Engkau hanyalah seorang utusan yang bertugas menyampaikan peringatan dan berjihad di jalan Allah, bukan yang menentukan nasib mereka. Sesungguhnya segala urusan sepenuhnya berada di tangan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam pengaturan makhluk-Nya.
Ayat ini turun ketika Rasulullah ﷺ mendoakan kebinasaan bagi para pemimpin kaum musyrik yang telah berbuat zalim dan melukai kaum muslimin pada Perang Uhud. Beliau berdoa agar mereka dihancurkan, lalu Allah menegur dengan firman-Nya ini sebagai pelajaran bahwa keputusan akhir berada di tangan Allah, bukan di tangan siapa pun, termasuk Rasul-Nya yang mulia.
Allah menjelaskan bahwa nasib mereka ada dua kemungkinan: *Pertama*, Allah membuka hati sebagian mereka untuk menerima Islam, sehingga mereka bertobat dan beriman — maka Allah menerima tobat mereka dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. *Kedua*, jika mereka tetap bersikeras dalam kekafiran dan kezaliman, maka Allah akan mengazab mereka di dunia dengan kekalahan dan kehinaan, serta di akhirat dengan siksa neraka yang pedih. Dan itu semua karena mereka adalah orang-orang yang zalim, yang telah melampaui batas dan layak menerima azab.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran agung tentang *tawakal* dan *ketundukan total* kepada Allah. Betapa pun besar keinginan kita terhadap kebaikan seseorang, hidayah itu sepenuhnya milik Allah. Tugas kita hanyalah menyampaikan, mendoakan, dan berusaha — sementara hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah.
Renungkanlah kasih sayang Allah yang begitu luas: meskipun mereka telah berbuat zalim dan memerangi Rasul-Nya, pintu tobat tetap terbuka lebar bagi mereka. Ini menunjukkan betapa Maha Pengampunnya Allah. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pula merasa lebih baik dari orang lain. Sebab bisa jadi orang yang hari ini jauh dari Allah, esok menjadi kekasih-Nya yang taat. Dan bisa jadi orang yang hari ini taat, esok terjerumus dalam kemaksiatan. Maka perbanyaklah doa untuk kebaikan sesama, karena doa adalah senjata orang beriman yang paling ampuh.
Semoga Allah membuka hati kita dan seluruh umat manusia untuk menerima cahaya Islam, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya dalam setiap urusan.
📜 Ayat 126-130 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 128
Surat Ayat 128/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 126–130. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








