Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Aghlāl (أغلال): Belenggu atau rantai yang mengikat leher dan tangan.
- Adzqān (أذقان): Jamak dari *dzaqan*, yaitu bagian bawah dagu tempat bertemunya dua tulang rahang.
- Muqmahūn (مقمحون): Orang-orang yang terpaksa mengangkat kepalanya ke atas karena terbelenggu, sehingga tidak mampu menundukkan kepala.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang kafir yang sombong dan membangkang terhadap kebenaran. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia telah menjadikan belenggu-belenggu di leher mereka, dan belenggu itu mengikat tangan-tangan mereka bersama leher hingga mencapai dagu mereka. Akibatnya, kepala mereka terangkat ke atas dan tidak mampu menunduk. Mereka dalam keadaan *muqmahūn* — yakni terpaksa menengadahkan wajah ke langit, tidak bisa melihat ke bawah, tidak bisa merunduk, dan tidak bisa berpaling.
Gambaran ini adalah perumpamaan yang sangat mendalam tentang kondisi hati dan akal mereka. Sebagaimana tubuh mereka terbelenggu dan tidak bisa bergerak bebas, demikian pula hati dan akal mereka terkunci dari menerima petunjuk. Mereka tidak mampu merendahkan diri di hadapan Allah, tidak mau tunduk kepada kebenaran, dan tidak sanggup melihat cahaya hidayah yang ada di hadapan mereka. Mereka seperti orang yang diikat sangat kuat, tidak bisa menoleh ke kanan atau ke kiri, tidak bisa menunduk untuk melihat jalan di depannya.
Ini adalah bentuk keadilan Allah terhadap mereka yang dengan sengaja menolak kebenaran setelah jelas baginya. Bukanlah Allah yang menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri dengan kesombongan dan keengganan mereka untuk beriman.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dicintai Allah, betapa besar nikmat yang Allah berikan kepada kita ketika Dia membukakan hati kita untuk menerima Islam dan Al-Qur'an. Kita tidak termasuk golongan yang terbelenggu itu. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur dengan cara berpegang teguh kepada agama ini dan memperbanyak amal saleh.
Janganlah kita meniru sikap orang-orang kafir yang sombong itu. Jadilah hamba yang rendah hati, yang mudah menerima nasihat, yang tidak segan menundukkan kepala dalam sujud kepada Allah, dan yang selalu haus akan ilmu dan hidayah. Ingatlah bahwa hati yang tunduk kepada kebenaran adalah hati yang akan diterangi oleh Allah dengan cahaya keimanan, dan akan mendapatkan ketenangan di dunia serta kebahagiaan di akhirat.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup kita, dan jangan pernah berpaling darinya. Karena barangsiapa yang berpaling dari Al-Qur'an, maka ia akan hidup dalam kesempitan di dunia dan akan dibangkitkan dalam keadaan buta di akhirat kelak. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dalam keimanan dan menjauhkan kita dari sifat sombong dan membangkang. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Yasin
Terjemah — Yasin 8
Surat Yasin Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka…Surat Ayat 8/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








