Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَا يُقَالُ لَكَ (maa yuqaalu laka): Apa yang dikatakan kepadamu (wahai Nabi Muhammad) berupa perkataan-perkataan buruk, tuduhan, dan pendustaan.
- إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبْلِكَ (illaa maa qad qiila lir-rusuli min qablika): Kecuali seperti apa yang telah dikatakan kepada para rasul sebelummu. Maksudnya, tidak ada perkataan yang ditujukan kepadamu melainkan sudah pernah ditujukan pula kepada para rasul terdahulu.
- لَذُو مَغْفِرَةٍ (ladzuu maghfirah): Sungguh Dia (Allah) memiliki ampunan yang luas.
- وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ (wa dzuu 'iqaabin aliim): Dan Dia juga memiliki siksa yang sangat pedih dan menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, apa pun yang mereka ucapkan kepadamu — baik berupa ejekan, tuduhan gila, penyihir, atau pendustaan terhadap risalahmu — semuanya itu bukanlah hal yang baru dan asing. Justru itu adalah sunnatullah (ketetapan Allah) yang telah berlaku pada para rasul sebelummu. Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Musa, dan rasul-rasul lainnya juga menerima perkataan serupa dari kaum mereka masing-masing. Maka janganlah engkau bersedih dan jangan pula merasa asing, karena engkau berada di jalan yang sama dengan para nabi terdahulu. Kesabaran adalah kuncinya, sebagaimana mereka bersabar dalam menyampaikan risalah Allah.
Di balik itu semua, Allah mengingatkan tentang dua sifat-Nya yang agung: Dia Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat, kembali kepada-Nya, dan memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Ampunan-Nya meliputi segala dosa, sebesar apa pun, selama hamba itu tulus bertobat. Namun di sisi lain, Dia juga memiliki siksa yang pedih bagi orang-orang yang terus-menerus dalam kekufuran, kesombongan, dan keingkaran, serta tidak mau menerima kebenaran meskipun telah datang kepada mereka bukti yang nyata.
Ayat ini adalah pelipur hati bagi Rasulullah ﷺ dan sekaligus peringatan bagi kaum yang mendustakan. Di dalamnya terkandung kabar gembira bagi orang-orang beriman bahwa pintu ampunan selalu terbuka, dan peringatan keras bagi orang-orang kafir bahwa azab Allah itu nyata dan sangat menyakitkan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa perjuangan menegakkan kebenaran itu selalu menghadapi rintangan dan tantangan. Namun jangan pernah merasa sendirian, karena para nabi dan rasul pun telah melalui jalan yang sama. Yang membedakan adalah kesabaran dan keteguhan hati mereka dalam menghadapi ujian tersebut.
Di sisi lain, ayat ini juga membuka pintu harapan yang sangat luas bagi kita semua. Allah ﷻ adalah Dzat yang Maha Pengampun. Sebesar apa pun dosa yang pernah kita lakukan, jika kita benar-benar bertobat dengan tulus, maka Allah akan mengampuni kita. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Namun di saat yang sama, jangan pula kita meremehkan siksa Allah. Karena bagi mereka yang tetap dalam kesombongan dan keingkaran, azab yang pedih telah menanti.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan, bersegera dalam tobat, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 41-45 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 43
Surat Fussilat Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain…Surat Ayat 43/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








