Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْبَاطِلُ (Al-Bāṭil): Kebatilan, yaitu segala sesuatu yang dapat merusak, menghapus, atau menggugurkan kebenaran, baik berupa kekeliruan, penyimpangan, kontradiksi, maupun perubahan.
- مِن بَيْنِ يَدَيْهِ (Min baini yadaih): Dari arah depannya, maksudnya dari segala sisi dan penjuru yang dapat dijangkau oleh akal dan pengetahuan manusia.
- وَلَا مِنْ خَلْفِهِ (Wa lā min khalfih): Dan tidak juga dari arah belakangnya, yaitu dari segala hal yang tersembunyi atau yang akan datang kemudian.
- تَنزِيلٌ (Tanzīl): Sesuatu yang diturunkan secara bertahap dari Allah, bukan buatan manusia.
- حَكِيمٍ (Ḥakīm): Maha Bijaksana, yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dengan sempurna.
- حَمِيدٍ (Ḥamīd): Maha Terpuji, yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan layak dipuji dalam segala keadaan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menegaskan tentang keagungan dan keterpeliharaan Al-Qur'an dari segala bentuk kebatilan. Allah ﷻ memberitakan bahwa Al-Qur'an yang agung ini tidak akan pernah dimasuki oleh kebatilan dari arah mana pun—baik dari depan maupun dari belakang. Maksudnya, tidak ada satu pun celah bagi kebatilan untuk merusak, mengubah, menambah, mengurangi, atau membatalkan isi dan hukum-hukumnya.
Dari arah depan: tidak ada kitab-kitab sebelumnya yang dapat membatalkan atau menyelisihi kebenaran Al-Qur'an, karena Al-Qur'an datang sebagai pembenar dan penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Dari arah belakang: tidak akan ada pemikiran, teori, atau pandangan manusia di masa mendatang yang mampu menggugurkan atau melemahkan kebenaran Al-Qur'an. Bahkan sepanjang sejarah, musuh-musuh Islam telah berusaha dengan segala cara untuk memadamkan cahaya Al-Qur'an—baik dengan keraguan, syubhat, maupun tuduhan-tuduhan palsu—namun semuanya gagal total. Al-Qur'an tetap terjaga dalam keasliannya, lafaznya, maknanya, dan hukum-hukumnya, sebagaimana Allah ﷻ sendiri yang menjaganya.
Kemudian Allah ﷻ menutup ayat ini dengan firman-Nya: "تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ" — bahwa Al-Qur'an ini adalah wahyu yang diturunkan dari Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Karena Dia-lah yang menurunkan Al-Qur'an dengan hikmah yang sempurna, mengatur segala urusan makhluk-Nya dengan keadilan dan kebijaksanaan, serta Dia-lah yang terpuji atas segala nikmat dan karunia-Nya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa agungnya nikmat yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita dengan menurunkan Al-Qur'an yang terjaga ini. Ia adalah cahaya petunjuk yang tidak akan pernah padam, obat bagi segala penyakit hati, dan pedoman hidup yang sempurna sepanjang zaman. Maka sudah sepantasnya kita mencintai Al-Qur'an, membacanya dengan tadabbur, mengamalkan ajarannya, dan menjadikannya sebagai imam dalam setiap langkah kehidupan kita. Sungguh, beruntunglah orang yang menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat setianya, karena ia akan senantiasa dijaga dan dibimbing menuju jalan yang lurus menuju ridha Allah ﷻ dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan kita, dan mari kita sebarkan keindahan ajarannya kepada seluruh umat manusia dengan hikmah dan akhlak yang mulia.
📜 Ayat 40-44 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 42
Surat Fussilat Ayat 42 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan…Surat Ayat 42/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 40–44. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








