Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مِّن وَرَائِهِمْ (min warā'ihim): Di hadapan mereka, atau di depan mereka. Dalam bahasa Arab, kata "warā'" bisa berarti di belakang, tetapi di sini bermakna di hadapan (di depan) karena merujuk pada masa depan yang menanti mereka.
- لَا يُغْنِي (lā yughnī): Tidak bermanfaat, tidak menolak, atau tidak dapat menyelamatkan.
- أَوْلِيَاءَ (auliyā'): Sekutu, penolong, atau sesembahan yang mereka jadikan pelindung selain Allah.
Tafsir Ayat:
Di hadapan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya itu terbentang neraka Jahanam yang menanti mereka di akhirat kelak. Sungguh suatu pemandangan yang mengerikan! Namun yang lebih menyedihkan lagi, segala sesuatu yang mereka usahakan dan kumpulkan selama di dunia—baik berupa harta kekayaan, anak keturunan, maupun kedudukan—sama sekali tidak akan mampu menolong atau menyelamatkan mereka dari azab Allah. Tidak ada satu pun yang dapat menjadi penebus atau pelindung bagi mereka.
Demikian pula sesembahan-sesembahan yang mereka jadikan sebagai sekutu dan pelindung selain Allah—berupa berhala, patung, atau makhluk-makhluk yang mereka sembah dengan penuh harapan—semuanya tidak akan memberikan manfaat sedikit pun. Mereka tidak kuasa menolak azab, tidak mampu memberi syafaat, bahkan tidak dapat mengubah nasib sedikit pun. Seluruh harapan mereka akan pupus, dan segala yang mereka banggakan akan menjadi sia-sia belaka.
Bagi mereka telah disediakan azab yang sangat besar dan pedih, yang tiada tandingannya, yang tidak akan mampu mereka pikul atau mereka hindari. Sungguh, ini adalah balasan yang setimpal bagi mereka yang menolak kebenaran dan mempermainkan ayat-ayat Allah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang hakikat kehidupan dunia. Betapa banyak manusia yang terpedaya oleh gemerlap dunia—harta yang melimpah, anak yang banyak, jabatan yang tinggi—lalu melupakan tujuan hidup yang sejati. Mereka mengira bahwa semua itu akan menjadi penyelamat di hari kemudian, padahal semuanya hanyalah titipan yang akan ditinggalkan.
Marilah kita renungkan sejenak: apa yang sebenarnya menjadi bekal kita menuju akhirat? Bukan harta yang kita kumpulkan, bukan pula kedudukan yang kita banggakan, melainkan amal saleh dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika seorang hamba meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.
Janganlah kita menjadi seperti mereka yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung dan tempat bergantung. Hanya Allah-lah satu-satunya Pelindung dan Penolong yang sejati. Dialah yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan kita dari api neraka dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Maka, wahai saudaraku, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memperbaiki niat, memperbanyak amal ibadah, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya. Pintu taubat masih terbuka lebar selama nyawa masih di badan. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, ketika semua pertolongan telah tiada dan hanya amal kitalah yang menjadi saksi.
📜 Ayat 8-12 — Al-Jasiyah
Terjemah — Al-Jasiyah 10
Surat Al-Jasiyah Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Di hadapan mereka neraka Jahannam dan tidak akan berguna bagi…Surat Ayat 10/37 — Al-Jasiyah الجاثية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jasiyah Dengarkan, Al-Jasiyah Terjemah, Al-Jasiyah mp3, Al-Jasiyah pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








