Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- At-Taurat: Kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa 'alaihissalam.
- Ar-Rabbaniyyun: Para ulama dan ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang mendidik dan membimbing manusia dengan ilmu dan amal.
- Al-Ahbar: Para ulama besar dan ahli fiqih di kalangan Yahudi (jamak dari *hibr* atau *hibr*).
- Istuhfizhu: Mereka dipercaya dan diamanati untuk menjaga serta memelihara Kitabullah.
- Tsamanan Qalila: Harta dunia yang sedikit dan fana, berupa suap, jabatan, atau kepentingan duniawi lainnya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan bahwa Dia telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa 'alaihissalam. Di dalam Taurat itu terdapat petunjuk yang membimbing manusia keluar dari kesesatan menuju kebenaran, serta cahaya yang menerangi hati dan menjelaskan hukum-hukum syariat. Dengan kitab itulah para nabi Bani Israil yang telah berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada perintah Allah memutuskan perkara di kalangan orang-orang Yahudi. Mereka tidak menyimpang dari hukum-hukum Taurat dan tidak pula mengubahnya.
Selanjutnya, para ulama rabbaniyyun (ahli ibadah dan pendidik umat) serta para ahbar (ulama besar) juga menjalankan hukum dengan kitab tersebut. Mereka diberi amanah oleh Allah untuk menjaga kitab-Nya, memeliharanya dari perubahan dan pemalsuan, serta menjadi saksi atas kebenaran isinya. Mereka adalah rujukan bagi umat dalam memahami dan menerapkan hukum-hukum Allah.
Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada para ulama Yahudi yang hidup di masa Nabi Muhammad ﷺ, "Janganlah kalian takut kepada manusia dalam menyampaikan kebenaran dan menjalankan hukum-Ku. Sesungguhnya mereka tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat kepada kalian. Tetapi takutlah kalian kepada-Ku semata, karena Aku-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan mengambil harta dunia yang sedikit, seperti menerima suap, mengejar jabatan, atau kepentingan duniawi lainnya dengan meninggalkan hukum yang telah Aku turunkan."
Ayat ini ditutup dengan peringatan tegas: Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara dengan hukum yang telah Allah turunkan, dalam keadaan mengingkarinya, meremehkannya, atau meyakini bahwa hukum selainnya lebih baik atau setara dengannya, maka mereka itulah orang-orang yang kafir. Kekafiran mereka disebabkan oleh pengingkaran mereka terhadap hukum Allah dan pemberontakan mereka terhadap perintah-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan hukum Allah. Allah menurunkan kitab-kitab-Nya sebagai petunjuk dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Seorang mukmin sejati adalah yang menjadikan hukum Allah sebagai rujukan tertinggi dalam setiap urusan kehidupannya, baik urusan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.
Ayat ini juga mengingatkan kita agar tidak takut kepada manusia dalam menegakkan kebenaran. Jangan sampai karena takut kehilangan jabatan, harta, atau kedudukan, kita rela meninggalkan hukum Allah. Ketahuilah, rezeki itu di tangan Allah, dan Allah-lah yang memberi manfaat dan mudarat. Maka takutlah hanya kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kemuliaan dan pertolongan-Nya.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup kita, karena di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berpegang teguh pada hukum-Nya dan istiqamah di atas kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 42-46 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 44
Surat Al-Maidah Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk…Surat Ayat 44/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








