Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يُحَكِّمُونَكَ: Mereka menjadikanmu (wahai Rasulullah) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.
- يَتَوَلَّوْنَ: Mereka berpaling dan menolak.
- بِالْمُؤْمِنِينَ: Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tafsir Ayat:
Sungguh sangat mengherankan perilaku kaum Yahudi itu! Mereka datang kepadamu wahai Rasulullah untuk meminta keputusan hukum, padahal mereka sendiri tidak beriman kepadamu dan tidak membenarkan kitab yang engkau bawa. Yang lebih aneh lagi, di sisi mereka ada Taurat yang mereka klaim sebagai kitab suci yang mereka imani, dan di dalam Taurat itu terdapat hukum Allah yang jelas, yaitu hukum rajam bagi pezina yang sudah menikah. Namun ketika engkau memutuskan perkara mereka sesuai dengan hukum Allah yang ada di dalam Taurat itu, mereka justru berpaling dan menolak keputusanmu karena tidak sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan mereka.
Dengan demikian, mereka telah menggabungkan dua keburukan sekaligus: pertama, mereka mengingkari hukum yang ada di dalam kitab mereka sendiri (Taurat), dan kedua, mereka berpaling dari keputusanmu yang sebenarnya selaras dengan hukum Allah. Maka orang-orang yang memiliki sifat seperti ini — yang tidak mau tunduk kepada hukum Allah dan tidak menerima keputusan Rasul-Nya — sama sekali bukanlah orang-orang yang beriman. Keimanan yang sejati menuntut adanya ketundukan dan kepatuhan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan sekadar pengakuan di lisan tanpa dibuktikan dalam perbuatan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa keimanan itu bukan sekadar klaim atau pengakuan, melainkan harus dibuktikan dengan ketaatan dan ketundukan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketika seseorang mengaku beriman tetapi enggan menerima hukum Allah ketika hukum itu tidak sesuai dengan keinginannya, maka keimanannya patut dipertanyakan.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam setiap perkara, baik yang besar maupun yang kecil. Al-Qur'an adalah petunjuk yang sempurna, tidak ada kebahagiaan kecuali dengan berpegang teguh kepadanya. Maka marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai hakim tertinggi dalam kehidupan kita, niscaya kita akan merasakan manisnya iman dan ketenangan hati yang sesungguhnya. Allah Ta'ala berfirman: *"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak dikatakan beriman sehingga mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."* (QS. An-Nisa': 65). Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tunduk dan patuh kepada syariat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 41-45 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 43
Surat Al-Maidah Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai…Surat Ayat 43/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








