Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- آلَاءِ: Nikmat-nikmat yang banyak dan agung.
- تُكَذِّبَانِ: Kalian berdua mendustakan (tidak mengakui).
Tafsir:
Wahai manusia dan jin! Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan berbagai nikmat-Nya yang tiada terhitung jumlahnya—baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang bersifat jasmani maupun rohani—Allah mengulang-ulang seruan ini sebagai teguran yang sangat halus namun menusuk kalbu: *"Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu dustakan?"*
Ayat ini bagaikan sebuah pertanyaan retoris yang menggugah hati nurani. Allah tidak menuntut jawaban dengan lisan, tetapi mengajak setiap insan dan jin untuk merenung sejenak: Bukankah kita diciptakan dari setetes air yang hina, lalu Allah sempurnakan kejadian kita dengan sebaik-baik bentuk? Bukankah kita diberikan akal, hati, pendengaran, penglihatan, dan segala yang kita butuhkan untuk hidup di muka bumi ini? Bukankah kita diberikan udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita santap, dan bumi yang kita pijak dengan segala isinya yang melimpah?
Setiap detak jantung, setiap tarikan napas, setiap kedipan mata adalah nikmat yang tiada putusnya. Jika kita hitung-hitung nikmat Allah, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Maka, dengan penuh kasih sayang, Allah mengingatkan kita: Setelah semua kebaikan ini, masihkah ada alasan untuk mendustakan-Nya? Masihkah ada ruang untuk ingkar dan sombong?
Ayat ini juga menjadi panggilan untuk bersyukur. Syukur bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah" di lisan, tetapi juga penggunaan nikmat-nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah. Ketika kita menggunakan mata untuk membaca Al-Qur'an, telinga untuk mendengar nasihat, hati untuk beriman, dan harta untuk bersedekah—itulah wujud syukur yang sebenarnya.
Wahai saudaraku dari kalangan manusia dan jin, marilah kita renungkan bersama: Betapa banyak nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita, namun betapa sering pula kita lalai dan bahkan mendustakannya dengan perbuatan maksiat. Hari ini, mari kita buka lembaran baru. Mari kita isi hidup ini dengan rasa syukur yang tulus, karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Dan barangsiapa yang bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya, sebagaimana janji-Nya dalam firman-Nya yang lain: *"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu."*
Maka, jawablah seruan kasih sayang ini dengan lisan yang berucap syukur, hati yang penuh cinta, dan anggota badan yang taat. Karena nikmat Allah begitu agung, dan mendustakannya adalah kerugian yang nyata.
📜 Ayat 14-18 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 16
Surat Ar-Rahman Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Surat Ayat 16/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








