Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- غِلًّا: kebencian, kedengkian, dendam, dan hasad yang tersembunyi di dalam hati.
- سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ: mendahului kita dalam beriman, yaitu para sahabat Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang beriman sebelum kita.
- رَءُوفٌ رَّحِيمٌ: Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sifat dan doa orang-orang mukmin yang datang setelah generasi pertama Islam, yaitu para tabi'in dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Mereka senantiasa memanjatkan doa yang penuh kelembutan dan kasih sayang, seraya berkata: "Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan ampunilah pula saudara-saudara kami seiman yang telah lebih dahulu beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki, hasad, atau kebencian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Mu yang beriman."
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung tentang adab seorang muslim terhadap para pendahulunya, khususnya para sahabat Rasulullah ﷺ. Seorang mukmin sejati tidak akan membiarkan sedikit pun rasa kebencian atau kedengkian terhadap para sahabat Nabi ﷺ bersarang di hatinya. Sebaliknya, ia akan selalu mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan untuk mereka, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini yang telah berjuang menegakkan agama Allah dengan pengorbanan harta dan jiwa.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita tentang pentingnya persaudaraan Islam yang tulus. Seorang mukmin tidak hanya mendoakan dirinya sendiri, tetapi juga mendoakan saudara-saudaranya yang telah mendahuluinya dalam kebaikan. Ini adalah bukti keikhlasan dan kebersihan hati seorang hamba yang benar-benar mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan keindahan akhlak yang diajarkan oleh Al-Qur'an ini. Betapa indahnya hati seorang mukmin yang bersih dari segala dendam dan kebencian. Ia tidak pernah melupakan jasa-jasa para pendahulunya, bahkan ia selalu mendoakan mereka dengan penuh cinta dan penghormatan.
Renungkanlah, bagaimana mungkin seseorang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun di dalam hatinya masih tersimpan kebencian terhadap para sahabat Nabi ﷺ yang telah berkorban segalanya demi tersebarnya cahaya Islam? Sungguh, ayat ini menjadi penawar bagi hati yang sakit, membersihkannya dari segala kotoran hasad dan dendam.
Marilah kita jadikan doa ini sebagai wirid kita sehari-hari. Dengan membiasakan diri mendoakan kebaikan bagi sesama mukmin, terutama para pendahulu kita, hati kita akan menjadi tenang, bersih, dan dipenuhi cahaya cinta. Ingatlah bahwa kebersihan hati adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, dan kebencian serta kedengkian adalah penyakit hati yang menghancurkan amal kebaikan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang disebut dalam ayat ini, yang hatinya bersih dari segala kedengkian, dan yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi seluruh kaum mukminin. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 8-12 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 10
Surat Al-Hasyr Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka…Surat Ayat 10/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








