Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā tasubbū (لَا تَسُبُّوا): Janganlah kalian mencela atau memaki.
- Allażīna yad'ūna min dūnillāh (الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ): Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah.
- Adwan (عَدْوًا): Dengan melampaui batas, kezaliman, dan permusuhan.
- Zayyannā (زَيَّنَّا): Kami jadikan terasa indah (oleh Allah sebagai ujian dan konsekuensi dari pilihan mereka).
- Marji'uhum (مَرْجِعُهُمْ): Tempat kembali mereka (pada hari kiamat).
- Fa yunabbi'uhum (فَيُنَبِّئُهُمْ): Maka Dia akan memberitakan kepada mereka.
Tafsir Lengkap:
Wahai kaum muslimin yang beriman, Allah dengan kasih sayang-Nya yang tiada tara memberikan bimbingan yang sangat indah dan penuh hikmah dalam ayat ini. Allah melarang kalian untuk mencela atau memaki berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik, meskipun berhala-berhala itu adalah sesuatu yang hina dan sangat pantas untuk dicela. Mengapa demikian? Karena celaan kalian terhadap sesembahan mereka itu justru akan menjadi pemicu kemarahan mereka, sehingga mereka akan membalas dengan mencela Allah—Dzat Yang Maha Suci dan Maha Agung—dengan kata-kata yang keji, penuh kezaliman, dan tanpa didasari ilmu pengetahuan sedikit pun. Mereka melakukannya karena kebodohan dan kesesatan mereka, serta karena fanatisme buta terhadap warisan nenek moyang mereka.
Inilah pelajaran berharga tentang adab dan kebijaksanaan dalam berdakwah. Islam mengajarkan kita untuk menutup segala pintu yang dapat membawa kepada keburukan yang lebih besar. Meskipun kita berhak membela kebenaran, kita juga harus pandai menjaga lisan dan memilih cara yang terbaik dalam menyampaikan kebenaran. Tujuan utama kita adalah menyelamatkan manusia, bukan memancing kemarahan yang justru menjauhkan mereka dari hidayah.
Kemudian Allah menjelaskan sunnah-Nya yang berlaku di alam semesta ini: sebagaimana Allah membiarkan orang-orang musyrik itu merasa bahwa perbuatan syirik mereka adalah sesuatu yang baik dan indah—sebagai ujian dan akibat dari pilihan mereka sendiri—demikian pula Allah menjadikan setiap umat merasakan bahwa amal perbuatan mereka (baik atau buruk) terasa baik di mata mereka. Ini adalah ujian dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan di dalamnya terkandung hikmah yang dalam: bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka kerjakan.
Namun, janganlah kalian bersedih atau khawatir, wahai orang-orang beriman. Karena sesungguhnya tempat kembali mereka semua—baik kalian maupun mereka—hanyalah kepada Allah Rabb semesta alam. Pada hari kiamat nanti, Allah akan memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka kerjakan di dunia, lalu memberikan balasan yang setimpal. Orang yang berbuat baik akan mendapat kebaikan, dan orang yang berbuat buruk akan mendapat balasan yang buruk pula. Allah Maha Adil dan tidak pernah menzalimi seorang hamba pun.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip dakwah yang sangat agung: *saddu al-dzarā'i* (menutup segala jalan yang mengarah kepada kemudaratan). Sebagai seorang muslim yang bijak, kita harus pandai memilih kata-kata, menjaga perasaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh kebodohan orang lain. Kita diperintahkan untuk berdakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, dan berdebat dengan cara yang lebih baik. Karena tujuan kita adalah menyampaikan kebenaran dengan penuh kasih sayang, bukan untuk memenangkan perdebatan atau melampiaskan kemarahan.
Marilah kita renungkan: betapa agungnya ajaran Islam ini! Islam tidak hanya mengatur hubungan kita dengan Allah, tetapi juga mengajarkan kita bagaimana bersikap terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan dengan penuh hikmah dan kelembutan. Dengan menjaga lisan dari perkataan yang buruk, kita sebenarnya sedang menjaga kehormatan agama kita sendiri. Dan ingatlah, bahwa Allah Maha Melihat segala amal kita. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Maka beruntunglah orang yang menjadikan ayat ini sebagai pedoman hidupnya, karena ia telah memahami bahwa kebijaksanaan dalam berdakwah adalah kunci untuk membuka hati manusia menuju cahaya Islam.
📜 Ayat 106-110 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 108
Surat Al-An'am Ayat 108 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah,…Surat Ayat 108/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 106–110. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








