Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Jahda aimānihim: Sumpah yang paling sungguh-sungguh dan sekuat-kuatnya yang mereka mampu lakukan.
- Āyah: Mukjizat atau tanda-tanda kebesaran Allah yang bersifat luar biasa (khāriqul 'ādah) yang mereka minta untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad ﷺ.
- Mā yusy'irukum: Apa yang membuat kalian mengetahui atau menyadari.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah ﷻ mengabarkan tentang sikap kaum musyrik Quraisy yang bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sangat kuat dan sungguh-sungguh. Mereka berkata: "Jika datang kepada kami suatu mukjizat yang kami minta — seperti menurunkan malaikat, menghidupkan orang mati, atau mengubah bukit Shafa menjadi emas — maka sungguh kami akan beriman kepada Muhammad dan membenarkan risalahnya."
Allah ﷻ memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk menjawab permintaan mereka: "Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu bukanlah di tanganmu untuk mendatangkannya sesukamu. Semua itu hanyalah di sisi Allah semata. Dia-lah Yang Maha Kuasa untuk menurunkannya jika Dia menghendaki, sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya, bukan berdasarkan permintaan orang-orang kafir."
Kemudian Allah ﷻ berfirman kepada kaum mukminin yang menginginkan turunnya mukjizat tersebut agar orang-orang kafir beriman: "Apa yang membuat kalian yakin bahwa jika mukjizat yang mereka minta itu benar-benar datang, mereka akan beriman? Padahal Allah telah mengetahui dalam ilmu-Nya yang azali bahwa mereka tidak akan beriman. Mereka tetap akan berada dalam kesombongan, keingkaran, dan keengganan untuk menerima kebenaran, karena hati mereka telah tertutup oleh kesombongan dan kecintaan mereka pada kekufuran."
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa keimanan bukanlah semata-mata bergantung pada mukjizat atau bukti-bukti lahiriah. Sebab, banyak orang yang telah menyaksikan mukjizat terbesar sekalipun tetap tidak beriman. Seperti Fir'aun yang menyaksikan tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular besar, namun ia tetap kufur. Demikian pula kaum-kaum terdahulu yang meminta mukjizat, lalu mukjizat itu datang, namun mereka tetap tidak beriman dan akhirnya dibinasakan oleh azab Allah.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sangat kuat, namun ketika kebenaran datang menghampiri mereka, mereka justru berpaling dan tidak menepati janji mereka. Ini menunjukkan bahwa keimanan yang sejati bukanlah sekadar ucapan atau sumpah di lisan, melainkan ketundukan hati dan kepasrahan jiwa kepada Allah ﷻ.
Ketahuilah bahwa Allah ﷻ telah memberikan kepada kita mukjizat terbesar yang abadi hingga hari kiamat, yaitu Al-Qur'anul Karim. Di dalamnya terdapat petunjuk, cahaya, dan rahmat bagi siapa saja yang mau merenungkan dan mengamalkannya. Maka janganlah kita termasuk orang-orang yang meminta bukti-bukti tambahan, sementara bukti yang paling agung telah ada di hadapan kita. Marilah kita buka hati kita untuk menerima kebenaran, karena hidayah itu datang dari Allah, dan Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya yang tulus dan ikhlas.
Semoga Allah ﷻ membukakan hati kita untuk senantiasa beriman dan istiqamah di atas jalan-Nya, serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan keras kepala yang menjadi penghalang untuk menerima kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 107-111 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 109
Surat Al-An'am Ayat 109 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh…Surat Ayat 109/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 107–111. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








