Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- هَلُمَّ (Halumma): Artinya "bawalah kemari" atau "hadirkanlah". Ini adalah kata seruan untuk mengajak seseorang mendatangkan sesuatu.
- شُهَدَاءَكُمُ (Syuhadā'akum): Saksi-saksi kalian.
- يَعْدِلُونَ (Ya'dilūn): Menyekutukan, menyamakan sesuatu dengan Allah dalam ibadah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mengharamkan sebagian binatang ternak dan hasil bumi dengan mengaku bahwa Allah yang mengharamkannya: "Bawalah kemari saksi-saksi kalian yang dapat bersaksi bahwa Allah benar-benar mengharamkan hal-hal yang kalian haramkan ini!" Jika mereka mendatangkan saksi-saksi palsu yang bersaksi dengan kebohongan dan kedustaan, maka janganlah engkau percaya dan jangan pula engkau ikuti kesaksian mereka, karena itu adalah kesaksian palsu yang bertentangan dengan kebenaran.
Kemudian Allah memperingatkan Nabi-Nya dan umatnya: Janganlah sekali-kali engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Allah, yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah hanya karena mengikuti keinginan dan tradisi nenek moyang mereka. Jangan pula engkau mengikuti orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, yang tidak mengharapkan pahala dan takut akan siksa, serta mereka yang menyekutukan Allah dengan beribadah kepada selain-Nya. Bagaimana mungkin orang yang telah menyimpang dari jalan kebenaran dan mempersekutukan Tuhan mereka dapat dijadikan panutan?
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam beragama, kita tidak boleh mengikuti hawa nafsu dan tradisi yang bertentangan dengan wahyu. Kita harus senantiasa merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber hukum yang utama. Janganlah kita mudah percaya kepada klaim-klaim yang tidak berdasar, sekalipun datang dari orang-orang yang mengaku memiliki otoritas keagamaan, selama klaim tersebut bertentangan dengan nash-nash yang jelas.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Allah mengajarkan kepada kita untuk tidak mudah terpedaya oleh perkataan manusia, sekalipun mereka bersumpah dengan nama Allah. Kebenaran itu harus ditegakkan di atas dalil dan bukti yang sahih, bukan di atas klaim dan kesaksian palsu.
Islam adalah agama yang mengajak kita untuk berpikir kritis dan tidak taqlid buta (ikut-ikutan tanpa dasar). Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal dan hati nurani dalam mencari kebenaran. Ketika seseorang mengaku bahwa sesuatu itu haram atau halal, maka kita harus bertanya: "Di mana dalilnya? Apa buktinya dari Al-Qur'an dan Sunnah?"
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita. Jangan biarkan hawa nafsu dan tradisi yang menyimpang menguasai hati kita. Sesungguhnya orang yang beruntung adalah mereka yang menjadikan Al-Qur'an sebagai imam dan pemimpin dalam setiap langkah kehidupannya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari kesesatan. Aamiin.
📜 Ayat 148-152 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 150
Surat Al-An'am Ayat 150 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah…Surat Ayat 150/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 148–152. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








