At-Tahrim · 3/12
Terjemah Transliterasi — At-Tahrim
وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَن بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ ۝٣
Wa iz asarran nabiyyu ilaa ba`di azwaajihee hadeesan falammaa nabba at bihee wa azharahul laahu `alaihi `arrafa ba`dahoo wa a`rada `am ba`din falammaa nabba ahaa bihee qaalat man amba aka haaza qaala nabba aniyal `aleemul khabeer
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • أَسَرَّ : Menyembunyikan atau merahasiakan suatu pembicaraan.
  • نَبَّأَتْ : Mengabarkan atau memberitahukan (kepada orang lain).
  • أَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ : Allah memberitahukan atau menyingkapkan kepada Nabi tentang perbuatan tersebut.
  • عَرَّفَ بَعْضَهُ : Memberitahukan sebagian dari apa yang telah dibocorkan.
  • أَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ : Berpaling dari (tidak memberitahukan) sebagian yang lain, sebagai bentuk kemuliaan akhlak.
  • الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ : Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang lahir maupun yang tersembunyi, dan Maha Mengenal detail segala urusan.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi yang mulia, ingatlah ketika engkau merahasiakan suatu pembicaraan kepada sebagian istrimu, yaitu Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha. Saat itu engkau memberitahukan kepadanya sebuah rahasia, yaitu bahwa engkau mengharamkan atas dirimu seorang budak wanita yang engkau dekati (Mariah al-Qibthiyyah), demi mencari keridhaan istri-istrimu. Namun, Hafshah tidak dapat menyimpan rahasia itu, lalu ia membocorkannya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha, saudara dekatnya yang juga istri Nabi.

Ketika Allah Yang Maha Mengetahui memberitahukan kepada Nabi-Nya tentang apa yang telah dilakukan Hafshah, beliau pun menegur Hafshah dengan penuh kelembutan. Beliau menyampaikan sebagian dari apa yang telah ia bocorkan, dan dengan kemuliaan akhlak serta keagungan budi pekerti, beliau memilih untuk tidak menyebutkan sebagian yang lain, sebagai bentuk kasih sayang dan menjaga perasaannya.

Saat Nabi menyampaikan hal itu kepada Hafshah, ia terkejut dan bertanya dengan penuh keheranan, "Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu?" Maka Nabi menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Teliti lagi Maha Mengenal segala yang tersembunyi. Tidak ada satu pun rahasia di langit dan di bumi yang luput dari pengetahuan-Nya."


Hikmah dan Pelajaran:

Sungguh indah pelajaran yang dapat kita petik dari kisah ini! Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa tingginya akhlak Rasulullah ﷺ dalam menjaga perasaan orang lain, meskipun ia telah dizalimi dengan dibocorkan rahasianya. Beliau tetap memilih untuk tidak mengungkap seluruh kesalahan, demi menjaga kehormatan dan keutuhan rumah tangga.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala rahasia, sekecil apa pun. Tidak ada satu bisikan pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Maka jagalah lisanmu, karena setiap kata yang terucap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Dan jika engkau diberi amanah berupa rahasia, maka jadilah pribadi yang dapat dipercaya, sebagaimana akhlak mulia yang dicontohkan oleh keluarga Nabi.

Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama, terutama dalam menjaga amanah dan rahasia. Karena sesungguhnya, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa dan paling baik akhlaknya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang amanah dan dicintai oleh-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 1-5 — At-Tahrim

1يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
2قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
3وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَن بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
4إِن تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِن تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
5عَسَىٰ رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُّؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا
Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
At-TahrimIndeks Quran
12Ayat
MadaniyahRevelation
3Ayat

Terjemah — At-Tahrim 3

Surat At-Tahrim Ayat 3 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang…

Surat Ayat 3/12 — At-Tahrim التحريم (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Tahrim Dengarkan, At-Tahrim Terjemah, At-Tahrim mp3, At-Tahrim pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu