Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tatubā (تَتُوبَا): Kembali dari kesalahan dan memohon ampunan kepada Allah.
- Ṣaghat (صَغَتْ): Condong, menyimpang, atau melenceng dari kebenaran.
- Tazhāharā (تَظَاهَرَا): Saling membantu dan bersekutu untuk melakukan sesuatu.
- Maulāh (مَوْلَاهُ): Penolong, pelindung, dan pembela.
- Ṣāliḥ al-Mu'minīn (صَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ): Orang-orang mukmin yang saleh dan terbaik.
- Zhahīr (ظَهِيرٌ): Penolong dan pendukung yang kuat.
Tafsir Ayat:
Wahai dua istri Nabi yang mulia, yaitu Aisyah dan Hafshah radhiyallahu 'anhuma, sesungguhnya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang membukakan pintu taubat untuk kalian berdua. Jika kalian kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan dan memohon ampunan-Nya, maka sungguh kalian telah melakukan sesuatu yang mengharuskan kalian untuk bertaubat. Sebab hati kalian telah condong kepada hal yang tidak disukai oleh Rasulullah ﷺ, yaitu ketika kalian membicarakan dan mengungkapkan rahasia beliau yang berkaitan dengan larangan beliau terhadap dirinya sendiri untuk mendekati seorang budak wanitanya demi mencari keridhaan istri-istrinya. Ini adalah penyimpangan dari sikap yang seharusnya, yaitu menjaga rahasia dan menghormati perasaan Rasulullah ﷺ.
Namun, jika kalian berdua terus-menerus bersekutu dan saling membantu untuk menyakiti hati Rasulullah ﷺ, maka ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Pelindung dan Penolong beliau. Allah tidak akan membiarkan hamba dan rasul-Nya yang tercinta itu terzalimi. Bersama Allah, ada pula Malaikat Jibril yang mulia, serta orang-orang mukmin yang saleh dan terbaik di antara umat ini. Dan setelah itu, seluruh malaikat juga menjadi pendukung dan penolong bagi Rasulullah ﷺ dalam menghadapi siapa pun yang berusaha menyakitinya.
Ayat ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Rasulullah ﷺ di sisi Allah. Allah sendiri yang membela dan melindungi beliau, kemudian Jibril, lalu orang-orang mukmin yang saleh, dan seluruh malaikat menjadi barisan pertahanan bagi beliau. Ini adalah penghormatan yang luar biasa dari Allah kepada Nabi-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa pelajaran berharga. Pertama, betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berbuat salah. Allah tidak langsung menghukum, tetapi membukakan pintu taubat seluas-luasnya. Bahkan untuk dua wanita yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ sekalipun, taubat tetap diterima jika dilakukan dengan ikhlas.
Kedua, kita belajar bahwa menjaga rahasia dan kehormatan orang lain, terlebih lagi kepada Rasulullah ﷺ, adalah perkara yang sangat penting dalam Islam. Membuka aib atau menyebarkan hal-hal yang tidak disukai oleh saudara kita adalah perbuatan yang tercela.
Ketiga, ayat ini menegaskan bahwa Allah selalu membela hamba-hamba-Nya yang saleh dan berjuang di jalan-Nya. Jika kita berada di atas kebenaran, jangan pernah takut terhadap persekutuan orang-orang yang ingin menyakiti kita. Allah, para malaikat-Nya, dan orang-orang mukmin yang saleh akan senantiasa menjadi penolong kita.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk selalu menjaga lisan, menghormati sesama, dan berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh. Aamiin.
📜 Ayat 2-6 — At-Tahrim
Terjemah — At-Tahrim 4
Surat At-Tahrim Ayat 4 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu…Surat Ayat 4/12 — At-Tahrim التحريم (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Tahrim Dengarkan, At-Tahrim Terjemah, At-Tahrim mp3, At-Tahrim pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








