Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- افترى على الله كذبًا: Mengada-adakan kebohongan atas nama Allah, seperti menyekutukan-Nya atau menetapkan hukum tanpa dasar.
- نصيبهم من الكتاب: Bagian yang telah ditetapkan bagi mereka dalam catatan takdir (Lauh Mahfuzh), baik berupa kebaikan maupun keburukan.
- رسلنا: Malaikat pencabut nyawa beserta para pembantunya.
- يتوفونهم: Mencabut nyawa mereka.
- ضلوا عنا: Mereka (sesembahan) telah hilang dan tidak dapat kami lihat lagi.
Tafsir Ayat:
Tidak ada seorang pun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan atas nama Allah, misalnya dengan menyekutukan-Nya, menisbahkan kekurangan kepada-Nya, atau berbicara tentang agama tanpa ilmu. Demikian pula orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya yang jelas dan menunjukkan jalan yang lurus. Mereka yang bersikap demikian akan mendapatkan bagian yang telah dituliskan bagi mereka dalam takdir, baik berupa kebaikan maupun keburukan, sebagai ujian dan ketetapan dari Allah.
Ketika ajal tiba dan malaikat maut beserta para pembantunya datang untuk mencabut nyawa mereka, para malaikat berkata dengan nada mencela dan menyindir, "Di manakah sesembahan-sesembahan yang dahulu kalian sembah selain Allah? Panggillah mereka untuk menyelamatkan kalian dari azab yang kalian saksikan saat ini!" Maka dengan penuh penyesalan dan kepasrahan, mereka menjawab, "Mereka telah hilang dari kami, kami tidak melihat mereka lagi." Pada saat itulah mereka bersaksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka dahulu adalah orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah. Namun pengakuan itu sudah terlambat dan tidak berguna lagi, karena azab telah pasti menanti mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan betapa besar kezaliman orang yang berpaling dari kebenaran dan mengikuti hawa nafsu. Mereka menolak bukti-bukti yang jelas dan memilih jalan kesesatan. Namun Allah yang Maha Penyayang tidak serta-merta menjatuhkan azab, melainkan memberi kesempatan dan menunda hukuman hingga ajal tiba. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang memberi waktu bagi hamba-Nya untuk bertobat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa setiap amal kita tercatat dan setiap takdir telah ditentukan. Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah. Maka beruntunglah orang yang segera kembali kepada Allah sebelum ajal menjemput, dan celakalah orang yang menunda-nunda tobat hingga penyesalan tidak lagi berguna. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari perbuatan zalim serta kesesatan. Aamiin.
📜 Ayat 35-39 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 37
Surat Al-A'raf Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta…Surat Ayat 37/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








