Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَضَلُّوا (mereka telah menyesatkan): Maksudnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia, karena manusia menyembahnya dan meninggalkan Allah.
- الظَّالِمِينَ (orang-orang yang zalim): Yaitu orang-orang kafir yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kedurhakaan.
- ضَلَالًا (kesesatan): Jauh dari kebenaran dan bertambah jauhnya mereka dari petunjuk.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku seiman, mari kita renungkan doa Nabi Nuh 'alaihissalam yang agung ini. Beliau berkata: "Ya Rabb-ku, sesungguhnya berhala-berhala yang mereka sembah itu telah menyesatkan banyak manusia." Betapa dalamnya makna ini! Berhala-berhala yang terbuat dari batu dan kayu itu tidak mampu berbicara, tidak mampu memberi manfaat atau mudarat, namun karena tipu daya setan dan hawa nafsu, manusia justru tunduk dan menyembahnya, lalu meninggalkan ibadah kepada Allah Pencipta langit dan bumi.
Ketahuilah, saudaraku, bahwa kesesatan itu berawal dari hal-hal kecil. Dahulu, ada orang-orang saleh bernama Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Ketika mereka wafat, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung-patung untuk mengenang mereka. Lama-kelamaan, generasi berikutnya mulai menyembah patung-patung itu karena tipu daya setan yang terus-menerus membisikkan bahwa nenek moyang mereka menyembahnya. Inilah mengapa Islam sangat melarang pembuatan patung dan gambar makhluk bernyawa, serta melarang berlebih-lebihan dalam mengagungkan kuburan, karena semua itu bisa menjadi jalan menuju kesyirikan.
Kemudian Nabi Nuh berdoa dengan doa yang penuh kepasrahan: "Ya Rabb-ku, janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu kecuali kesesatan." Ini bukanlah doa kebencian semata, tetapi doa yang lahir dari kepastian bahwa Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa mereka tidak akan beriman. Maka beliau memohon agar Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya, sebagai bentuk keadilan atas kezaliman mereka yang terus-menerus menolak kebenaran.
Saudaraku, pelajaran berharga dari ayat ini adalah bahwa kesesatan itu menular. Orang-orang yang sesat akan menyesatkan orang lain. Maka berhati-hatilah dalam memilih teman dan lingkungan. Jangan biarkan diri kita terpengaruh oleh mereka yang menjauhkan kita dari Allah. Sebaliknya, jadilah kita seperti Nabi Nuh yang teguh berdakwah meskipun ditolak dan diejek. Dan ingatlah, doa orang yang terzalimi itu mustajab. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pula meremehkan kekuatan doa.
Akhirnya, akibat dari kezaliman mereka adalah mereka ditenggelamkan oleh banjir besar (thufan) yang dahsyat, lalu setelah itu mereka dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Mereka tidak mendapatkan penolong selain Allah. Semoga kita dijauhkan dari sifat zalim dan selalu berada dalam petunjuk-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — Nuh
Terjemah — Nuh 24
Surat Ayat 24/28 — Nuh نوح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Nuh Dengarkan, Nuh Terjemah, Nuh mp3, Nuh pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








