An-Nazi'at · 20/46
Terjemah Transliterasi — An-Nazi'at
فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ  ۝٢٠
Fa araahul-aayatal kubra
📖 Arti Bahasa Indonesia
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Fa arāhu: Maka dia (Musa) memperlihatkan kepadanya (Fir'aun).
  • Al-Āyat al-Kubrā: Tanda (mukjizat) yang paling besar dan agung.

Tafsir:

Ayat yang mulia ini menggambarkan momen bersejarah yang sangat agung, ketika Nabi Musa 'alaihissalam diperintahkan oleh Allah untuk menghadap Fir'aun, raja Mesir yang sombong dan kejam. Setelah melalui dialog awal dan penolakan dari Fir'aun, Allah berfirman bahwa Musa kemudian memperlihatkan kepadanya "al-āyat al-kubrā" — yaitu tanda (mukjizat) yang paling besar dan agung.

Mukjizat besar yang dimaksud adalah dua hal yang saling melengkapi: tongkatnya yang berubah menjadi ular besar yang hidup, serta tangannya yang bersinar putih cemerlang ketika dimasukkan ke dalam ketiaknya lalu dikeluarkan, tanpa ada cacat atau penyakit. Kedua mukjizat ini merupakan bukti nyata dan tak terbantahkan bahwa Musa adalah utusan Allah yang benar. Mukjizat tongkat menjadi ular menunjukkan kekuasaan Allah atas alam semesta, sementara tangan yang bercahaya putih menunjukkan kekuasaan-Nya atas tubuh manusia.

Namun, betapa disayangkan, Fir'aun yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan, tetap mengingkari kebenaran yang terang benderang ini. Ia menolak beriman dan bahkan berusaha melawan dengan segala cara, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat berikutnya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Allah memberikan bukti-bukti yang sangat jelas kepada hamba-Nya. Mukjizat yang diberikan kepada Musa bukanlah sesuatu yang samar atau sulit dipahami, melainkan tanda yang agung dan nyata. Ini mengajarkan kita bahwa Allah selalu memberikan petunjuk dan jalan keluar bagi siapa saja yang mencari kebenaran dengan hati yang tulus.

Kisah ini juga menjadi pelajaran berharga bagi kita: janganlah kita meniru sikap Fir'aun yang sombong dan enggan menerima kebenaran. Setiap hari, Allah memperlihatkan kepada kita ayat-ayat-Nya yang agung — baik di alam semesta, dalam diri kita sendiri, maupun dalam Al-Qur'an. Namun, hati yang dipenuhi kesombongan akan buta terhadap semua itu.

Marilah kita senantiasa membuka hati dan pikiran kita untuk menerima kebenaran, merendahkan diri di hadapan Allah, dan bersegera untuk beriman dan beramal saleh. Karena kebahagiaan sejati bukan terletak pada kekuasaan atau harta, melainkan pada ketundukan kita kepada Sang Pencipta. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi petunjuk dan dijauhkan dari sifat sombong dan ingkar. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 18-22 — An-Nazi'at

18فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ 
dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".
19وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ 
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"
20فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
21فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ 
Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.
22ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ 
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
An-Nazi'atIndeks Quran
46Ayat
MakkiyahRevelation
20Ayat

Terjemah — An-Nazi'at 20

Surat Ayat 20/46 — An-Nazi'at النازعات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nazi'at Dengarkan, An-Nazi'at Terjemah, An-Nazi'at mp3, An-Nazi'at pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu