Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- فَكَذَّبَ (maka ia mendustakan): Yakni mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah dan risalah Nabi Musa 'alaihissalam.
- وَعَصَى (dan ia bermaksiat): Yakni menentang perintah Allah dan melanggar larangan-Nya setelah jelas baginya kebenaran.
Tafsir Ayat:
Setelah Nabi Musa 'alaihissalam diperintahkan oleh Allah untuk menghadap Fir'aun dan memperlihatkan kepadanya mukjizat yang agung—yaitu tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan yang bersinar putih cemerlang—maka apa yang dilakukan Fir'aun? Bukannya beriman dan tunduk kepada kebenaran yang nyata itu, ia justru mendustakan tanda-tanda kekuasaan Allah tersebut. Ia menganggapnya sebagai sihir belaka, padahal di dalam hatinya ia tahu bahwa itu adalah kebenaran dari Allah.
Kemudian ia pun bermaksiat kepada Allah dengan kesombongan dan keangkuhannya. Ia menolak untuk mentaati perintah Allah yang disampaikan melalui Nabi Musa, dan terus menerus berada dalam kekufuran serta kesesatan. Bahkan setelah mukjizat yang sangat jelas diperlihatkan kepadanya, ia tetap berpaling dan berusaha sekuat tenaga untuk melawan kebenaran.
Ayat ini menggambarkan betapa keras kepala dan sombongnya Fir'aun. Ia telah menyaksikan sendiri bukti-bukti kekuasaan Allah yang tidak mungkin ditandingi oleh siapa pun, namun kesombongan dan kecongkakannya telah membutakan mata hatinya. Ia lebih memilih kekufuran daripada keimanan, dan lebih memilih kesesatan daripada petunjuk.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Fir'aun ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang telah melihat kebenaran dengan mata kepalanya sendiri, namun karena kesombongan dan keinginan untuk mempertahankan kedudukan duniawi, mereka tetap menolak kebenaran itu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan kepada kita akal dan hati yang bersih. Maka janganlah kita meniru sikap Fir'aun yang mendustakan kebenaran dan bermaksiat kepada Allah. Sebaliknya, marilah kita senantiasa membuka hati kita untuk menerima kebenaran, di mana pun dan dari siapa pun kebenaran itu datang. Jangan biarkan kesombongan, gengsi, atau kepentingan duniawi menghalangi kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah.
Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kita. Kesombongan dan keingkaran Fir'aun tidak memberinya manfaat sedikit pun di hadapan Allah. Bahkan ia harus menanggung akibatnya dengan tenggelam di lautan bersama bala tentaranya. Semoga Allah melindungi kita dari sifat-sifat tercela seperti yang dimiliki Fir'aun, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, mudah menerima kebenaran, dan senantiasa taat kepada perintah-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 19-23 — An-Nazi'at
Terjemah — An-Nazi'at 21
Surat An-Nazi'at Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.Surat Ayat 21/46 — An-Nazi'at النازعات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nazi'at Dengarkan, An-Nazi'at Terjemah, An-Nazi'at mp3, An-Nazi'at pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








