Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Siqāyah: Pemberian minum kepada para jamaah haji.
- ‘Imārah: Perawatan, pemeliharaan, dan pengelolaan Masjidil Haram.
- Lā yastawūn: Tidaklah sama atau setara.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum musyrik Quraisy, apakah kalian menyamakan orang-orang yang bertugas memberi minum para jamaah haji dan mengurus Masjidil Haram dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad di jalan Allah? Sungguh, tidaklah sama di sisi Allah antara amal perbuatan orang-orang musyrik yang hanya bersifat duniawi—meskipun tampak mulia—dengan keimanan dan perjuangan orang-orang mukmin yang dilandasi keikhlasan dan kebenaran.
Allah menegaskan bahwa amal perbuatan orang kafir, betapapun besarnya, tidak akan diterima selama mereka belum beriman kepada-Nya. Sebab, syarat diterimanya amal adalah keimanan yang benar. Maka, orang yang memberi minum haji namun hatinya kufur kepada Allah, tidaklah setara dengan orang yang beriman dan berjihad dengan harta serta jiwanya di jalan Allah. Yang pertama hanya mendapat pujian manusia, sedangkan yang kedua mendapat keridhaan dan pahala dari Allah.
Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak akan memberikan petunjuk dan taufik kepada orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang menzalimi diri sendiri dengan kekufuran dan kesyirikan. Meskipun mereka melakukan perbuatan baik, Allah tidak akan menerimanya selama mereka berada dalam kegelapan syirik. Ini adalah peringatan keras bahwa kesetaraan antara mukmin dan kafir adalah suatu kezaliman yang dibenci Allah.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa nilai suatu amal di sisi Allah tidak diukur dari penampilan luarnya yang megah, tetapi dari keimanan dan keikhlasan hati. Betapa banyak amal yang tampak besar di mata manusia, namun sia-sia di sisi Allah karena pelakunya tidak beriman. Sebaliknya, betapa banyak amal yang sederhana, namun diangkat derajatnya oleh Allah karena dilandasi iman dan keikhlasan.
Marilah kita jadikan keimanan sebagai pondasi segala amal kita. Jangan sampai kita sibuk dengan kegiatan sosial yang megah namun melupakan hubungan kita dengan Allah. Sesungguhnya, amal yang diterima adalah amal yang lahir dari hati yang beriman, dan jihad di jalan Allah adalah bukti kecintaan yang tulus kepada-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh dengan ikhlas karena-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 19
Surat Ayat 19/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







