Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āmanū: Membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.
- Hājarū: Meninggalkan negeri kekufuran menuju negeri keislaman demi menyelamatkan agama mereka.
- Jāhadū fī sabīlillāh: Berperang dan berjuang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya.
- A'ẓamu darajah: Lebih tinggi kedudukan dan derajatnya.
- Al-Fā'izūn: Orang-orang yang beruntung dan memperoleh kemenangan besar, yaitu meraih surga dan keridaan Allah.
Tafsir Ayat:
Saudaraku kaum muslimin, perhatikanlah ayat yang mulia ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tiga sifat agung yang menjadi sebab tingginya derajat seorang hamba di sisi-Nya. Sifat pertama adalah iman yang benar kepada Allah, yang menjadi pondasi segala amal. Sifat kedua adalah hijrah — meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghalangi keimanan, baik berupa negeri kafir, lingkungan yang rusak, maupun kebiasaan maksiat, demi meraih keridaan Allah. Sifat ketiga adalah jihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwa, yaitu kesediaan untuk berkorban demi meninggikan agama Allah.
Orang-orang yang menghimpun ketiga sifat ini dalam dirinya, maka Allah menjanjikan mereka derajat yang paling tinggi di sisi-Nya. Derajat ini jauh lebih mulia daripada sekadar kebanggaan duniawi, seperti membanggakan pelayanan haji atau memakmurkan Masjidil Haram tanpa disertai iman dan pengorbanan. Sungguh, yang paling mulia di sisi Allah bukanlah sekadar gelar atau kedudukan sosial, melainkan keimanan yang dibuktikan dengan pengorbanan.
Allah menegaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang beruntung — beruntung di dunia dengan mendapatkan pertolongan Allah, dan beruntung di akhirat dengan meraih surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi. Mereka adalah para pemenang sejati yang tidak akan pernah merugi selama-lamanya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dicintai Allah! Ayat ini mengajarkan kita bahwa kemuliaan sejati tidak diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari keimanan dan pengorbanan di jalan Allah. Setiap zaman memiliki bentuk hijrah dan jihadnya masing-masing. Hijrah hari ini bisa berarti meninggalkan pergaulan yang merusak iman, meninggalkan kemaksiatan yang menghiasi hidup, atau berpindah dari lingkungan yang menghalangi kita beribadah. Sedangkan jihad hari ini bisa berarti berjuang melawan hawa nafsu, bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama, berdakwah dengan hikmah, dan menginfakkan harta di jalan kebaikan.
Marilah kita bertekad untuk menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah dengan menghimpun iman, hijrah, dan jihad dalam kehidupan kita. Janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang fana. Sesungguhnya kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi meraih cinta Allah yang kekal abadi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan ditempatkan pada derajat yang tinggi di sisi-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 18-22 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 20
Surat At-Taubah Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah…Surat Ayat 20/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







