Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- يَصِلُونَ (yashilūna): Menyambung, menghubungkan, atau merajut kembali sesuatu yang terputus.
- مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ (mā amara Allāhu bihi an yūṣal): Segala sesuatu yang diperintahkan Allah untuk disambung, yang paling utama adalah tali silaturahmi (hubungan kekerabatan), juga hubungan dengan Allah melalui iman dan ketaatan, serta hubungan dengan sesama manusia secara umum.
- يَخْشَوْنَ (yakhsyawna): Merasa takut yang disertai rasa hormat dan pengagungan yang mendalam.
- سُوءَ الْحِسَابِ (sū'a al-ḥisāb): Hisab yang buruk, yaitu perhitungan amal yang sangat teliti dan penuh tuntutan tanpa ampunan, di mana setiap dosa dipertanyakan dan tidak ada yang dimaafkan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan sifat-sifat orang yang berakal sehat dan beriman, di antaranya adalah:
Pertama, mereka adalah orang-orang yang senantiasa menyambung apa yang diperintahkan Allah untuk disambung. Yang paling utama dalam hal ini adalah silaturahmi—menjalin dan merawat hubungan baik dengan kerabat, keluarga, dan orang-orang yang memiliki hak atas kita. Mereka tidak pernah memutuskan tali kasih sayang, tidak mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, dan selalu berusaha menjadi jembatan kebaikan di antara sesama. Mereka juga menyambung hubungan dengan Allah melalui keimanan yang kokoh, ibadah yang istiqamah, dan ketaatan yang tulus. Bahkan mereka menyambung hubungan dengan sesama manusia melalui tolong-menolong dalam kebaikan, memberi bantuan kepada yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada siapa pun tanpa pandang bulu.
Kedua, mereka adalah orang-orang yang khasyyah kepada Rabb mereka—takut yang lahir dari pengagungan dan kecintaan. Rasa takut ini bukan sekadar takut akan azab, tetapi takut yang mulia karena mereka mengenal siapa Allah, mengetahui kebesaran-Nya, dan menyadari bahwa Allah Maha Melihat segala gerak-gerik hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Rasa takut ini mendorong mereka untuk selalu berhati-hati dalam setiap langkah, menjauhi larangan-Nya, dan bersegera dalam ketaatan. Mereka tidak berani bermaksiat walaupun di tempat sepi, karena mereka yakin Allah senantiasa mengawasi.
Ketiga, mereka adalah orang-orang yang takut akan hisab yang buruk. Mereka sadar bahwa setiap amal perbuatan akan dihisab dengan teliti, dan jika hisab itu buruk, maka celakalah mereka. Mereka khawatir jika dosa-dosa mereka tidak diampuni dan setiap kesalahan diperhitungkan tanpa ampunan. Oleh karena itu, mereka senantiasa bermuhasabah (mengevaluasi diri), memperbanyak istighfar, dan bersungguh-sungguh dalam memperbaiki amal agar kelak hisab mereka menjadi ringan dan mudah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang tiga kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Pertama, sambungkanlah tali silaturahmi—karena silaturahmi adalah amal yang paling cepat mendatangkan rezeki dan memanjangkan umur. Kedua, tanamkan dalam hati rasa takut yang mulia kepada Allah, karena rasa takut inilah yang akan menjaga kita dari perbuatan dosa dan menjadikan kita pribadi yang bertakwa. Ketiga, selalu ingat bahwa hisab itu pasti datang, dan hisab yang buruk adalah kerugian yang tiada tara.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin diri. Sudahkah kita menyambung silaturahmi dengan keluarga dan kerabat? Sudahkah kita memiliki rasa takut yang mendorong kita untuk taat? Sudahkah kita mempersiapkan diri menghadapi hisab yang akan datang? Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang disebut dalam ayat ini, yang akan mendapatkan balasan terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 19-23 — Ar-Ra'd
Terjemah — Ar-Ra'd 21
Surat Ar-Ra'd Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan,…Surat Ayat 21/43 — Ar-Ra'd الرعد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Ra'd Dengarkan, Ar-Ra'd Terjemah, Ar-Ra'd mp3, Ar-Ra'd pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








