Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- صَبَرُوا (shabarū): Mereka bersabar, yaitu menahan diri dari keluh kesah, menahan diri dari maksiat, dan tetap teguh dalam ketaatan.
- ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ (ibtighā'a wajhi rabbihim): Karena mengharap ridha dan balasan dari Allah semata, bukan karena tujuan duniawi atau pamer.
- يَدْرَءُونَ (yadra'ūna): Mereka menolak atau mendorong pergi. Maksudnya, mereka menghadapi dan membalas.
- عُقْبَى الدَّارِ ('uqbā ad-dār): Akibat yang baik di akhirat, yaitu surga.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh orang-orang yang berakal dan beriman, yaitu mereka yang bersabar. Kesabaran mereka bukanlah kesabaran yang kosong, melainkan kesabaran yang dilandasi oleh niat yang paling tulus: hanya mengharap wajah Allah — bukan karena ingin dipuji, bukan karena takut kepada manusia, dan bukan pula karena mengharap keuntungan duniawi. Mereka bersabar dalam tiga hal: bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, bersabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan bersabar dalam menghadapi takdir Allah yang pahit maupun yang manis.
Kemudian mereka mendirikan shalat dengan menyempurnakan rukun, syarat, dan kekhusyu'annya, karena shalat adalah tiang agama dan penghubung antara hamba dengan Rabbnya. Shalat yang didirikan dengan benar akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.
Selanjutnya, mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka — baik itu zakat yang wajib maupun sedekah yang sunnah. Mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari riya' dan menjaga perasaan penerima, dan juga secara terang-terangan agar menjadi teladan bagi orang lain dan untuk menunjukkan syiar Islam. Ini mengajarkan kita bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah, dan di dalamnya ada hak orang lain yang harus kita tunaikan.
Yang lebih indah lagi, mereka menolak kejahatan dengan kebaikan. Jika seseorang berbuat buruk kepada mereka, mereka membalasnya dengan kebaikan; jika seseorang memutuskan silaturahmi, mereka menyambungnya; jika seseorang menzalimi mereka, mereka memaafkan. Inilah akhlak yang paling tinggi yang diajarkan oleh Islam — bukan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan yang dapat meluluhkan hati yang keras dan memadamkan permusuhan.
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat mulia ini — sabar karena Allah, mendirikan shalat, berinfak di jalan Allah, dan membalas keburukan dengan kebaikan — merekalah yang akan mendapatkan akibat yang baik di akhirat, yaitu surga yang penuh kenikmatan dan keridhaan Allah. Inilah janji Allah yang pasti ditepati.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari harta, pangkat, atau popularitas di dunia. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu bersabar karena Allah, menjaga shalat kita, berbagi rezeki dengan sesama, dan memaafkan orang yang berbuat buruk kepada kita. Jika kita mampu melakukan ini semua, maka Allah telah menyiapkan bagi kita "عُقْبَى الدَّار" — akhir yang indah di surga-Nya.
Marilah kita mulai dari hal yang kecil: sabar dalam menahan amarah, jaga shalat lima waktu kita, sisihkan sebagian rezeki untuk orang yang membutuhkan, dan biasakan membalas keburukan dengan senyuman dan kebaikan. Sungguh, jalan ini tidak mudah, tetapi Allah menjanjikan balasan yang jauh lebih besar dari segala pengorbanan kita. Jangan pernah lelah berbuat baik, karena setiap kebaikan yang kita tanam hari ini akan kita tuai sebagai kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.
📜 Ayat 20-24 — Ar-Ra'd
Terjemah — Ar-Ra'd 22
Surat Ar-Ra'd Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat,…Surat Ayat 22/43 — Ar-Ra'd الرعد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Ra'd Dengarkan, Ar-Ra'd Terjemah, Ar-Ra'd mp3, Ar-Ra'd pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








