Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَلَمْ أَقُلْ (Tidakkah telah kukatakan): Kalimat ini mengandung makna teguran lembut dan pengingatan.
- لَن تَسْتَطِيعَ (Sekali-kali tidak akan mampu): Kata ini menunjukkan penegasan bahwa kesabaran itu benar-benar di luar kemampuan.
- صَبْرًا (Sabar): Yaitu menahan diri dari rasa keberatan terhadap sesuatu yang tidak dipahami hikmahnya.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan percakapan antara Nabi Khidir 'alaihis salam dengan Nabi Musa 'alaihis salam. Ketika Musa 'alaihis salam melanggar perjanjian yang telah disepakati—yaitu tidak bertanya tentang apa pun yang dilakukan Khidir hingga ia sendiri yang menjelaskannya—maka Khidir pun menegurnya dengan penuh kelembutan seraya berkata: "Tidakkah telah kukatakan kepadamu sejak awal pertemuan kita, bahwa engkau sekali-kali tidak akan mampu bersabar bersamaku?"
Ucapan ini bukanlah celaan yang menyakitkan, melainkan pengingat yang penuh kasih. Khidir 'alaihis salam mengingatkan Musa 'alaihis salam akan perkataannya yang telah diucapkan sebelumnya, yaitu: "Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku" (QS. Al-Kahfi: 67). Kini terbuktilah kebenaran perkataan itu, karena Musa 'alaihis salam tidak dapat menahan diri ketika melihat perbuatan Khidir yang tampak ganjil di permukaan, padahal di baliknya tersimpan hikmah yang agung.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa manusia secara fitrahnya memang sulit bersabar terhadap hal-hal yang tidak ia pahami hikmahnya. Namun, seorang mukmin yang bijak adalah ia yang menyerahkan urusannya kepada Allah, meyakini bahwa di balik setiap ketentuan-Nya terdapat kebaikan, meskipun akal belum mampu menjangkaunya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kehidupan kita. Betapa sering kita merasa gelisah, kecewa, bahkan protes terhadap takdir yang Allah tetapkan—padahal kita tidak mengetahui hikmah di baliknya. Padahal, Allah Yang Maha Bijaksana tidak pernah menetapkan sesuatu melainkan di dalamnya terkandung kebaikan untuk hamba-Nya.
Maka, marilah kita belajar untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan. Yakinlah bahwa apa pun yang Allah takdirkan untuk kita—baik berupa ujian, musibah, atau keterlambatan rezeki—semuanya memiliki hikmah yang indah. Sebagaimana Nabi Musa 'alaihis salam akhirnya memahami bahwa perbuatan Khidir yang tampak aneh itu ternyata menyimpan rahmat yang besar. Demikian pula kehidupan kita, di balik setiap peristiwa yang tampak pahit, tersimpan manisnya kasih sayang Allah.
Jadikanlah ayat ini sebagai pengingat untuk selalu memperbanyak sabar dan syukur, serta memperkuat keyakinan bahwa Allah tidak pernah menzhalimi hamba-Nya sedikit pun. Sungguh, orang yang bersabar akan mendapatkan pahala tanpa batas, dan orang yang bertawakal akan dicukupi oleh Allah dari arah yang tidak disangka-sangka.
📜 Ayat 70-74 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 72
Surat Al-Kahf Ayat 72 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali…Surat Ayat 72/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 70–74. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








