Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- *Isytarau* (اشتروا): Maknanya bukan sekadar membeli, tetapi memilih dan menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Di sini bermakna mereka menukar kehidupan akhirat yang kekal dengan kehidupan dunia yang fana.
- *Al-Hayat ad-Dunya*: Kehidupan dunia yang sementara, penuh tipu daya dan kesenangan yang melalaikan.
- *Al-Akhirah*: Kehidupan akhirat yang kekal abadi, tempat pembalasan segala amal.
- *La yukhaffafu*: Tidak akan diringankan atau dikurangi sedikit pun.
- *La hum yunsharun*: Tidak ada yang menolong atau menyelamatkan mereka dari azab Allah.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan keadaan orang-orang munafik yang selalu berada dalam keraguan dan kebimbangan, Allah menegaskan nasib akhir mereka dengan firman-Nya: *"Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (mengorbankan) kehidupan akhirat."*
Mereka adalah golongan yang telah melakukan transaksi yang sangat merugikan. Mereka menukar kenikmatan akhirat yang kekal dan abadi dengan kesenangan dunia yang sementara dan pasti sirna. Mereka lebih memilih yang fana daripada yang baqa, lebih mengutamakan lumpur dunia daripada kemuliaan surga. Sungguh, ini adalah perdagangan yang paling buruk dan paling merugi!
Akibat dari pilihan yang keliru ini, Allah menegaskan: *"Maka tidak akan diringankan azab bagi mereka, dan mereka tidak akan ditolong."* Ini adalah balasan yang setimpal. Di hari kiamat nanti, mereka akan merasakan azab yang pedih tanpa ada keringanan sedikit pun. Tidak ada seorang pun yang mampu menolong atau menyelamatkan mereka dari siksa Allah, baik dari kalangan malaikat, nabi, maupun manusia. Mereka akan dibiarkan terpanggang dalam neraka Jahanam dengan penuh kehinaan dan penyesalan yang tiada berguna.
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang tertipu oleh gemerlapnya dunia, hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran hanya untuk mengejar harta, pangkat, dan kesenangan sesaat, tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan yang kekal.
Saudaraku, marilah kita renungkan sejenak. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Ia laksana bayangan yang akan segera hilang, atau seperti bunga yang akan layu. Sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal, tempat kita akan tinggal selamanya. Maka, alangkah bodohnya jika kita menukar yang kekal dengan yang sementara.
Allah Ta'ala mengingatkan kita dalam firman-Nya yang lain: *"Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya."* (QS. Ali Imran: 185). Maka, jadikanlah dunia sebagai ladang akhirat. Gunakan setiap nikmat yang Allah berikan untuk beribadah kepada-Nya, berbuat baik kepada sesama, dan mempersiapkan bekal untuk hari perjumpaan dengan-Nya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjauhkan kita dari sifat munafik dan memberikan kita hati yang bijaksana untuk memilih yang kekal daripada yang fana. Aamiin.
📜 Ayat 84-88 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 86
Surat Ayat 86/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 84–88. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








