Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ātaynā: Kami berikan.
- Qaffaynā: Kami iringkan/turutkan secara berturut-turut.
- Al-Bayyināt: Mukjizat-mukjizat yang jelas dan nyata.
- Ayyadnāhu: Kami kuatkan dia.
- Rūḥ al-Qudus: Jibril ‘alaihis salam.
- Lā tahwā anfusukum: Tidak disukai oleh hawa nafsu kalian.
- Istakbartum: Kalian menyombongkan diri.
- Farīqan: Segolongan.
Tafsir Ayat:
Wahai Bani Israil, sungguh Allah telah melimpahkan nikmat-Nya yang besar kepada kalian. Allah memberikan Taurat kepada Nabi Musa ‘alaihis salam sebagai petunjuk dan cahaya. Setelah itu, Allah terus mengutus rasul-rasul secara berurutan dari kalangan kalian sendiri, agar mereka membimbing kalian ke jalan yang lurus. Kemudian Allah memberikan kepada Nabi Isa putra Maryam ‘alaihis salam mukjizat-mukjizat yang sangat jelas dan mengagumkan, seperti menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penderita kusta, dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Lebih dari itu, Allah menguatkan beliau dengan Rūḥ al-Qudus, yaitu Malaikat Jibril yang menemaninya dan menolongnya.
Namun, sungguh sangat disayangkan dan memilukan! Setiap kali seorang rasul datang kepada kalian dengan membawa ajaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan kalian yang rusak, kalian justru menyambutnya dengan kesombongan dan keangkuhan. Kalian menolak kebenaran dan merendahkan para utusan Allah. Sebagian dari mereka kalian dustakan, seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sebagian yang lain kalian bunuh dengan kejam, seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya ‘alaihimas salam.
Sungguh, ini adalah gambaran keburukan sikap kalian yang tercela. Padahal seharusnya kalian bersyukur dan beriman, bukan malah membalas kebaikan dengan kejahatan yang begitu besar.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, kisah ini bukan sekadar sejarah masa lalu, tetapi pelajaran berharga bagi kita semua. Sifat sombong dan menolak kebenaran adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Ketika seseorang merasa dirinya paling benar dan enggan menerima nasihat atau kebenaran yang datang, maka ia akan tersesat jauh dari rahmat Allah.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Jangan sampai kita termasuk golongan yang menolak kebenaran hanya karena tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita. Sebaliknya, jadilah hamba yang rendah hati, yang selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, karena kebenaran itu milik Allah. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah membuka hati kita untuk selalu taat dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 85-89 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 87
Surat Al-Baqarah Ayat 87 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa,…Surat Ayat 87/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 85–89. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








