Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Bimlikinā: dengan pilihan dan kehendak kami sendiri.
- Awzāran: beban-beban berat; yang dimaksud di sini adalah perhiasan-perhiasan emas milik kaum Fir'aun yang mereka bawa.
- Zīnatil-qaum: perhiasan kaum (Fir'aun).
- Faqadzafnāhā: maka kami melemparkannya (ke dalam lubang api).
- As-Sāmirī: seorang laki-laki dari Bani Israil yang munafik, yang menyesatkan mereka.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Musa 'alaihissalam kembali dari pertemuan dengan Rabbnya dan mendapati kaumnya telah menyembah patung anak sapi, beliau menegur mereka dengan keras. Maka mereka menjawab dengan alasan yang mereka anggap dapat membenarkan perbuatan mereka: "Wahai Musa, kami tidak menyalahi janjimu dengan pilihan dan kehendak kami sendiri. Kami tidak bermaksud meninggalkan agama kami atau melanggar perintahmu. Akan tetapi, kami dibebani oleh orang lain—yaitu Samiri—dengan membawa perhiasan-perhiasan emas milik kaum Fir'aun. Kami membawa beban itu sebagai pinjaman, kemudian Samiri memerintahkan kami untuk melemparkan seluruh perhiasan itu ke dalam lubang api agar terbakar dan musnah. Maka kami pun melemparkannya. Dan sebagaimana kami melemparkan perhiasan-perhiasan itu ke dalam api, Samiri juga melemparkan apa yang ada padanya—yaitu segenggam tanah bekas tapak kuda Jibril 'alaihissalam—ke dalam api tersebut, lalu muncullah patung anak sapi yang mengeluarkan suara."
Mereka mencoba berdalih bahwa keterlanjuran ini bukan murni kesalahan mereka, melainkan karena tipu daya Samiri yang berhasil memanfaatkan kelemahan mereka. Namun perlu kita renungkan bersama, wahai saudaraku—seorang mukmin yang senantiasa berpegang pada kebenaran tidak akan mudah goyah oleh hasutan siapa pun. Keimanan yang kokoh adalah benteng yang melindungi kita dari segala bentuk penyimpangan, sekecil apa pun. Ketika seseorang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, maka tipu daya siapa pun tidak akan mampu menyesatkannya.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa berhati-hati terhadap orang-orang munafik yang menyusup di tengah-tengah kaum muslimin. Mereka bisa saja tampak baik dan dekat, namun diam-diam merusak akidah dan persatuan umat. Maka perkuatlah iman, perbanyaklah ilmu, dan dekatkanlah diri kepada Allah agar kita termasuk golongan yang teguh di atas kebenaran, tidak mudah terperdaya oleh buaian syaitan dan para pengikutnya.
Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah yang menyesatkan, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 85-89 — Taha
Terjemah — Taha 87
Surat Taha Ayat 87 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami…Surat Ayat 87/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 85–89. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








