Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَتَقَطَّعُوا (fa taqatta'u): Mereka terpecah-pecah dan bercerai-berai.
- زُبُرًا (zuburan): Jamak dari *zubur*, artinya kelompok-kelompok atau golongan-golongan yang terpisah-pisah. Ada pula yang menafsirkan sebagai kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang mereka karang sendiri.
- حِزْبٌ (hizb): Golongan atau kelompok yang bersatu di atas satu pandangan.
- فَرِحُونَ (farihun): Bergembira dan bangga.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa para rasul terdahulu diutus untuk menyeru kepada tauhid dan persatuan di atas agama Allah, ayat ini kemudian mengisyaratkan apa yang terjadi pada umat-umat setelah kepergian para rasul mereka. Mereka justru terpecah-belah dalam urusan agama mereka, menjadikan agama yang satu itu tercerai-berai menjadi sekian banyak kelompok dan aliran. Masing-masing kelompok mengklaim dirinya yang paling benar, dan setiap golongan merasa bangga serta gembira dengan apa yang ada pada mereka, yakni keyakinan dan amalan yang mereka karang sendiri, seraya menganggap bahwa merekalah yang berada di atas kebenaran sedangkan yang lain berada dalam kesesatan.
Mereka tidak lagi merujuk kepada kitab Allah dan sunnah rasul-Nya yang menjadi pemersatu, melainkan mengikuti hawa nafsu dan kepentingan pribadi, sehingga jadilah mereka berpecah-belah menjadi sekte-sekte: ada yang menjadi Yahudi, Nashrani, Majusi, dan lain sebagainya. Setiap kelompok merasa puas dan bangga dengan apa yang mereka miliki, padahal itu adalah kebatilan dan penyimpangan dari jalan yang lurus.
Ayat ini merupakan peringatan yang sangat keras bagi umat ini agar tidak meniru perbuatan umat-umat terdahulu yang bercerai-berai. Allah memerintahkan kita untuk bersatu di atas Al-Qur'an dan Sunnah, menjadikan keduanya sebagai rujukan tunggal dalam segala perselisihan, dan menjauhi sikap fanatisme golongan yang buta, karena perpecahan adalah awal dari kehancuran dan kelemahan umat.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa kebanggaan yang keliru terhadap kelompok sendiri tanpa mau menerima kebenaran dari pihak lain adalah sumber dari segala perpecahan. Islam datang dengan membawa risalah yang satu, kitab yang satu, dan kiblat yang satu, namun umatnya bisa tercerai-berai apabila mereka meninggalkan pedoman tersebut dan sibuk dengan perbedaan-perbedaan cabang yang seharusnya tidak menjadi pemecah belah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk diri kita masing-masing. Janganlah kita termasuk orang-orang yang membanggakan kelompoknya secara berlebihan, merasa paling benar, dan merendahkan saudara sesama muslim yang lain. Ingatlah bahwa Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya dan tidak bercerai-berai. Kebahagiaan sejati bukanlah ketika kita berhasil mengalahkan kelompok lain dalam perdebatan, tetapi ketika kita mampu bersatu di atas kebenaran dan saling mencintai karena Allah.
Semoga Allah mempersatukan hati-hati kita di atas ketaatan kepada-Nya, menjauhkan kita dari perpecahan, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersaudara. Aamiin.
📜 Ayat 51-55 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 53
Surat Al-Mu'minun Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah…Surat Ayat 53/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








