An-Nur · 11/64
Terjemah Transliterasi — An-Nur
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۝١١
Innal lazeena jaaa`oo bilifki `usbatum minkum; laa tahsaboohu sharral lakum bal huwa khairul lakum; likul limri`im minhum mak tasaba minal-ism; wallazee tawallaa kibrahoo minhum lahoo `azaabun `azeem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Al-Ifk: Kebohongan yang sangat keji dan dusta yang teramat besar.
  • 'Ushbah: Sekelompok orang atau golongan yang bersatu dalam satu perkara.
  • Kibrahu: Bagian terbesar atau beban utama dari perkara tersebut.

Tafsir:

Wahai kaum mukminin, sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong yang sangat keji—yaitu tuduhan zina terhadap Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha—adalah segolongan kecil dari kalangan kalian sendiri, bukan dari orang asing. Mereka adalah Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik), Misthah bin Utsatsah, Hassan bin Tsabit, Hamnah binti Jahsy, dan lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada 'Aisyah, keluarganya, dan Shafwan bin Mu'attal: "Janganlah kalian mengira bahwa peristiwa tuduhan keji ini adalah keburukan bagi kalian. Justru sebaliknya, ia adalah kebaikan yang besar bagi kalian." Betapa tidak? Melalui peristiwa ini, Allah menyingkap kebenaran dan menyucikan kehormatan 'Aisyah—istri Rasulullah ﷺ—dari segala tuduhan. Peristiwa ini juga menjadi ujian yang memurnikan iman kaum mukminin, membedakan antara yang jujur dan yang munafik, serta mengangkat derajat mereka di sisi Allah. Bahkan, turunnya wahyu yang membebaskan 'Aisyah menjadi bukti kemuliaan yang abadi hingga hari kiamat.

Bagi setiap orang yang turut serta menyebarkan berita bohong ini, ada balasan yang setimpal sesuai dengan kadar keterlibatannya dalam dosa tersebut. Namun, bagi orang yang memikul beban terbesar dalam menyebarkan fitnah ini—yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin kaum munafik—maka baginya azab yang sangat besar di akhirat kelak, berupa kekekalan dalam dasar neraka yang paling dalam. Na'udzu billah!

Saudaraku seiman, renungkanlah hikmah di balik ujian ini. Allah tidak pernah menimpakan cobaan kepada hamba-Nya melainkan di dalamnya terkandung kebaikan yang mungkin tidak kita sadari. Ketika kita difitnah atau dizhalimi, bersabarlah dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perkara yang gaib, dan Dialah yang akan membela hamba-Nya yang terzalimi. Fitnah yang menimpa 'Aisyah radhiyallahu 'anha justru menjadi sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca hingga hari kiamat—suatu kehormatan yang tidak dimiliki oleh siapa pun selain beliau. Maka jadikanlah setiap ujian sebagai ladang pahala dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dan Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang beriman.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 9-13 — An-Nur

9وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِن كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ
dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.
10وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ
Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).
11إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
12لَّوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
13لَّوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِندَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.
An-NurIndeks Quran
64Ayat
MadaniyahRevelation
11Ayat

Terjemah — An-Nur 11

Surat An-Nur Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan…

Surat Ayat 11/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu