An-Nur · 12/64
Terjemah Transliterasi — An-Nur
لَّوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ ۝١٢
Law laaa iz sami`tumoohu zannal mu`minoona walmu`minaatu bi anfusihim khairanw wa qaaloo haazaaa ifkum mmubeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • لَوْلَا (lau laa): Hendaknya, atau mengapa tidak.
  • إِذْ سَمِعْتُمُوهُ (idz sami'tumuuhu): Ketika kalian mendengarnya, yaitu berita bohong (tuduhan zina terhadap 'Aisyah radhiyallahu 'anha).
  • بِأَنفُسِهِمْ (bi-anfusihim): Terhadap diri mereka sendiri; karena kaum mukminin bagaikan satu jiwa, maka menuduh saudara sesama mukmin berarti menuduh diri sendiri.
  • خَيْرًا (khairan): Kebaikan, yaitu berbaik sangka dan bersih dari tuduhan.
  • إِفْكٌ مُّبِينٌ (ifkun mubiin): Kebohongan yang sangat jelas dan nyata.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum mukminin dan mukminat, mengapa ketika kalian mendengar berita bohong yang sangat keji ini—yaitu tuduhan zina terhadap Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha—kalian tidak segera berprasangka baik terhadap sesama mukmin? Bukankah kalian semua bagaikan satu tubuh? Maka seharusnya kalian berkata, "Ini adalah kebohongan yang sangat jelas dan nyata." Kalian seharusnya menolak berita itu sejak awal dan tidak menyebarkannya, karena seorang mukmin itu suci dan jauh dari perbuatan keji semacam itu.

Ayat ini adalah pelajaran agung bagi setiap mukmin: bahwa berprasangka baik (husnuzhan) kepada sesama muslim adalah akhlak mulia yang wajib dijaga, terutama ketika mendengar kabar buruk tentang mereka. Janganlah kita tergesa-gesa mempercayai berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi menyebarkannya. Sebab, menyebarkan berita bohong dan berprasangka buruk dapat menghancurkan kehormatan seseorang dan menimbulkan perpecahan di tengah umat.


Hikmah dan Pesan Dakwah:

Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip emas dalam kehidupan bermasyarakat: jagalah lisan dan hati kita. Ketika mendengar kabar miring tentang seorang mukmin, hendaknya kita berhenti sejenak, berprasangka baik, dan tidak ikut menyebarkannya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya, dan tidak menghinanya." (HR. Muslim)

Bayangkan betapa indahnya masyarakat yang dipenuhi rasa saling percaya dan kasih sayang. Setiap orang merasa aman dari lisan dan tuduhan orang lain. Sebaliknya, betapa rusaknya masyarakat yang mudah saling menuduh dan menyebarkan berita dusta. Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup: selalu berbaik sangka, tidak mudah percaya pada kabar buruk, dan menutup aib saudara kita. Dengan begitu, hati kita bersih, masyarakat kita harmonis, dan kita meraih cinta Allah serta Rasul-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga kehormatan sesama mukmin. Aamiin.



📜 Ayat 10-14 — An-Nur

10وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ
Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).
11إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
12لَّوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
13لَّوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِندَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.
14وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
An-NurIndeks Quran
64Ayat
MadaniyahRevelation
12Ayat

Terjemah — An-Nur 12

Surat An-Nur Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin…

Surat Ayat 12/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu