Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Al-Mā' (الماء): Yang dimaksud di sini adalah air mani (nutfah) yang lemah, bukan air biasa.
- Nasaban (نسبًا): Keturunan dari pihak laki-laki yang menjadi garis keturunan (nasab).
- Shihran (صهرًا): Hubungan kekeluargaan yang timbul karena pernikahan (besan/ipar).
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala kembali menyingkapkan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menakjubkan, sebagai bukti keesaan dan kebesaran-Nya. Dialah satu-satunya yang menciptakan manusia dari setetes air mani yang hina dan lemah, kemudian mengubahnya menjadi makhluk yang sempurna bentuknya, lengkap dengan anggota tubuh dan akal pikiran.
Dari penciptaan yang menakjubkan ini, Allah menjadikan manusia berkembang biak dan berketurunan. Dia menetapkan dua jenis hubungan kekeluargaan yang menjadi sendi kehidupan sosial manusia: pertama, hubungan nasab yaitu ikatan darah yang menghubungkan seseorang dengan ayah, kakek, dan leluhurnya; kedua, hubungan shihr yaitu ikatan kekeluargaan yang lahir dari pernikahan, seperti hubungan antara menantu dengan mertua, ipar, dan besan. Dari dua ikatan inilah terbentuk keluarga, masyarakat, dan peradaban manusia.
Sungguh, Rabbmu -wahai Rasul- Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kekuasaan-Nya tidak terbatas oleh apa pun. Dari setetes air yang hina, Dia ciptakan manusia yang mulia. Dari kelemahan, Dia lahirkan kekuatan. Dari ketiadaan, Dia wujudkan kehidupan. Maka betapa agungnya Allah yang mampu melakukan semua ini, dan betapa bodohnya orang yang mengingkari kekuasaan-Nya untuk menghidupkan kembali manusia setelah mati, padahal penciptaan pertama saja sudah merupakan bukti yang nyata.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku, perhatikanlah betapa Allah menyebutkan nikmat penciptaan manusia ini di tengah pembahasan tentang kebangkitan dan hari akhir. Ini adalah pengingat yang sangat lembut: jika Allah mampu menciptakan manusia dari setetes air yang hina, maka sungguh lebih mudah bagi-Nya untuk menghidupkan kembali manusia dari tanah kubur.
Maka renungkanlah asal-usulmu, wahai anak Adam. Engkau diciptakan dari sesuatu yang sangat hina, lalu Allah muliakan dirimu dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Janganlah engkau sombong dan angkuh, karena asalmu hanyalah setetes air. Dan janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah, karena Rabbmu Maha Kuasa untuk mengubah keadaanmu dari kehinaan menuju kemuliaan, dari kesulitan menuju kemudahan, dan dari kegelapan menuju cahaya iman.
Marilah kita syukuri nikmat penciptaan ini dengan menggunakan akal dan tubuh kita untuk taat kepada Allah, menjaga hubungan silaturahmi dengan kerabat (nasab), dan memperlakukan keluarga dari pihak istri/suami (shihr) dengan baik, karena semua itu adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak.
📜 Ayat 52-56 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 54
Surat Al-Furqan Ayat 54 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia…Surat Ayat 54/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 52–56. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








