An-Naml · 12/93
Terjemah Transliterasi — An-Naml
وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ ۝١٢
Wa adkhil yadaka fee jaibika takhruj baidaaa`a min ghairisooo`in feetis`i Aayaatin ilaa Fir`awna wa qawmih; innahum kaanoo qawman faasiqeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • جَيْبِكَ (jaibika): Maksudnya adalah belahan atau lubang pada bagian leher baju/kemeja (kerah) yang biasa digunakan untuk memasukkan kepala.
  • بَيْضَاءَ (baidhaa): Putih bersinar, seperti putihnya salju atau cahaya, bukan putih karena penyakit.
  • مِنْ غَيْرِ سُوءٍ (min ghairi suu'): Tanpa ada cacat, aib, atau penyakit (seperti penyakit kusta/barash yang membuat kulit belang).
  • فَاسِقِينَ (faasiqiin): Orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, durhaka, dan ingkar kepada perintah-Nya.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Musa, masukkanlah tanganmu ke dalam belahan baju di bagian dadamu (kerah), maka ketika engkau mengeluarkannya, tangan itu akan tampak putih berkilau bagaikan salju, bersinar terang tanpa ada penyakit kusta atau cacat sedikit pun. Ini adalah mukjizat kedua yang Allah berikan kepadamu, dan ia termasuk dalam sembilan mukjizat besar yang dengannya Allah menguatkan dakwahmu.

Sembilan mukjizat tersebut adalah: tongkat yang berubah menjadi ular besar, tangan yang bersinar putih, musim kemarau (kekeringan) yang melanda negeri mereka, berkurangnya buah-buahan sebagai ujian, banjir besar yang menenggelamkan ladang-ladang mereka, belalang yang memakan tanaman dan hasil bumi, kutu (qummal) yang menyerang ternak dan tanaman, katak yang memenuhi rumah dan makanan mereka, serta darah yang bercampur dalam air sungai dan sumur mereka. Semua mukjizat ini diberikan kepadamu sebagai bukti kebenaran risalahmu untuk disampaikan kepada Fir'aun dan kaumnya.

Allah menyebutkan alasan pengutusan ini: "Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik," yakni kaum yang telah keluar dari ketaatan kepada Allah, berlaku sombong, dan mengingkari kebenaran. Mereka menindas Bani Israil, mengaku dirinya sebagai tuhan, dan menolak untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa.


Sentuhan Dakwah:

Saudaraku, perhatikanlah betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak membiarkan hamba-Nya yang berjuang di jalan kebenaran berjalan sendirian. Kepada Nabi Musa, Allah memberikan mukjizat demi mukjizat sebagai penguat hati dan bukti kebenaran. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang menegakkan agama-Nya.

Mukjizat tangan yang bercahaya putih ini mengajarkan kita bahwa kebenaran akan selalu tampak jelas dan bersinar, tidak akan pernah pudar oleh kebatilan. Sebagaimana tangan Nabi Musa yang awalnya biasa-biasa saja, namun atas izin Allah ia berubah menjadi cahaya yang menyilaukan, demikian pula seorang mukmin yang ikhlas—Allah akan menjadikan hatinya bercahaya, lisannya penuh hikmah, dan langkahnya diberkahi.

Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dari sesuatu yang tampak biasa, Allah mampu menjadikannya luar biasa. Maka janganlah pernah meremehkan kekuatan doa dan usaha kita dalam berdakwah, karena Allah yang Maha Kuasa akan memberikan jalan keluar dan pertolongan-Nya dengan cara yang tidak kita duga.

Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran bahwa keimanan dan perjuangan menegakkan kebenaran akan selalu mendapat dukungan dari Allah, sebagaimana Dia mendukung Nabi Musa dengan sembilan mukjizat yang menakjubkan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang teguh iman dan istiqamah dalam ketaatan, dijauhkan dari sifat fasik dan durhaka, serta diberikan cahaya keimanan yang bersinar di hati kita. Aamiin.



📜 Ayat 10-14 — An-Naml

10وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.
11إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًا بَعْدَ سُوءٍ فَإِنِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ
tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka seaungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.
12وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".
13فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".
14وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
An-NamlIndeks Quran
93Ayat
MakkiyahRevelation
12Ayat

Terjemah — An-Naml 12

Surat An-Naml Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke…

Surat Ayat 12/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Wednesday, August 19, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu