Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Āyātillāh: tanda-tanda kekuasaan Allah, bukti-bukti keesaan-Nya, dan dalil-dalil yang menunjukkan kebenaran agama-Nya.
- Liqā'ih: pertemuan dengan Allah pada hari kiamat, yaitu kebangkitan dari kubur dan pembalasan amal perbuatan.
- Ya'isū: berputus asa, kehilangan harapan sama sekali.
- Rahmatī: kasih sayang-Ku yang luas dan karunia pengampunan.
- ʿAdzābun alīm: siksaan yang sangat menyakitkan dan pedih.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah firman Allah yang agung ini. Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya yang jelas, menolak bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya, serta mendustakan pertemuan dengan-Nya di hari akhir—mereka itulah golongan yang telah memutus tali harapan dari rahmat Allah. Kata *ya'isū* (mereka telah berputus asa) disebut dalam bentuk lampau untuk menunjukkan kepastian dan betapa tegasnya putus asa itu terjadi pada mereka, terlebih ketika mereka menyaksikan sendiri azab yang telah disiapkan untuk mereka di akhirat kelak.
Mereka telah menutup pintu ampunan bagi diri mereka sendiri. Padahal rahmat Allah itu Mahaluas, namun mereka menolak untuk menerimanya dengan kekufuran dan kedurhakaan mereka. Maka Allah menegaskan bahwa bagi mereka tersedia azab yang amat pedih dan menyakitkan, sebagai balasan yang setimpal atas kesombongan dan keingkaran mereka terhadap kebenaran yang telah disampaikan oleh para rasul.
Saudaraku, ayat ini adalah peringatan yang sangat serius bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang tertipu oleh dunia, lalu mengingkari tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di langit dan bumi, serta melupakan hari pertemuan dengan-Nya. Padahal, setiap jiwa pasti akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan segala amalnya.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat yang membangunkan hati kita dari kelalaian. Jangan sampai kita termasuk golongan yang berputus asa dari rahmat Allah karena terus-menerus dalam kekufuran dan kemaksiatan. Sebaliknya, marilah kita senantiasa merenungkan ayat-ayat Allah, baik yang terbaca dalam Al-Qur'an maupun yang terhampar di alam semesta, agar iman kita semakin kokoh dan hati kita semakin dekat kepada-Nya. Ingatlah, pintu taubat masih terbuka selama nyawa masih di badan. Jangan sia-siakan kesempatan berharga ini untuk meraih rahmat Allah yang tiada tara.
📜 Ayat 21-25 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 23
Surat Ayat 23/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








