Al-'Ankabut · 24/69
Terjemah Transliterasi — Al-'Ankabut
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٍ لِّقَوۡمٍ يُؤۡمِنُونَ  ۝٢٤
Famaa kaana jawaaba qawmiheee illaaa an qaaluqtuloohu aw harriqoohu faanjaahul laahu minan naar; inna fee zaalika la Aayaatil laqawminy yu`minoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: "Bunuhlah atau bakarlah dia", lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Jawāba (جَوَابَ): jawaban atau tanggapan.
  • Ḥarriqūhu (حَرِّقُوهُ): bakarlah dia.
  • Anjāhu (أَنْجَاهُ): menyelamatkannya.
  • Āyāt (آيَاتٍ): tanda-tanda kebesaran dan bukti-bukti kekuasaan Allah.

Tafsir Ayat:

Ketika Nabi Ibrahim `alaihissalam berdakwah kepada kaumnya dengan penuh hikmah, mengajak mereka untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan berhala-berhala yang mereka sembah, kaumnya tidak memiliki jawaban yang masuk akal sama sekali. Mereka tidak mampu membantah hujjah beliau, tidak ada dalil yang bisa mereka kemukakan, dan tidak ada alasan logis untuk menolak kebenaran. Yang ada di benak mereka hanyalah kebencian, kesombongan, dan keangkuhan yang membara.

Maka jawaban mereka tidak lain hanyalah ucapan yang penuh kemarahan dan kebiadaban: *"Bunuhlah dia atau bakarlah dia!"* Mereka memilih hukuman yang paling kejam dan mengerikan sebagai bentuk balas dendam terhadap kebenaran yang disampaikan Nabi Ibrahim. Mereka mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang sangat besar, menyalakan api yang berkobar-kobar, lalu melemparkan Nabi Ibrahim ke dalamnya dengan penuh kebencian.

Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman dan bertawakal. Allah berfirman: "Maka Allah menyelamatkannya dari api." Dengan kekuasaan-Nya yang mutlak, Allah menjadikan api itu dingin dan membawa keselamatan bagi Nabi Ibrahim. Api yang seharusnya membakar justru menjadi tempat yang aman dan nyaman baginya. Inilah bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang saleh dan beriman.

Sungguh, dalam peristiwa yang agung ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi orang-orang yang beriman. Mereka yang hatinya terbuka untuk menerima kebenaran akan melihat bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, bahwa Dia melindungi hamba-hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya, dan bahwa kebatilan tidak akan pernah menang meskipun dengan segala cara yang keji.


Hikmah dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Ibrahim ini mengajarkan kita tentang kekuatan iman yang sejati. Ketika kita berdiri di atas kebenaran, Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendirian. Ujian dan cobaan mungkin datang silih berganti, tetapi yakinlah bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal.

Api yang berkobar-kobar tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim karena Allah telah menjadikannya dingin dan aman. Ini mengajarkan kita bahwa seluruh alam semesta tunduk kepada perintah Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat mendatangkan mudharat atau manfaat kecuali dengan izin Allah.

Maka, jadilah hamba yang beriman dengan sebenar-benarnya iman. Jangan takut menghadapi tantangan dalam menegakkan kebenaran. Allah bersama orang-orang yang beriman, dan Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan amal hamba-hamba-Nya yang saleh. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beriman yang mengambil pelajaran dari setiap ayat-ayat Allah, dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari segala keburukan sebagaimana Dia melindungi Nabi Ibrahim dari kobaran api. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 22-26 — Al-'Ankabut

22وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ 
Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
23وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ 
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
24فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٍ لِّقَوۡمٍ يُؤۡمِنُونَ 
Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: "Bunuhlah atau bakarlah dia", lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.
25وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنًا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٍ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضًا وَمَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ 
Dan berkata Ibrahim: "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.
26۞ فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٌۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 
Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim: "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Al-'AnkabutIndeks Quran
69Ayat
MakkiyahRevelation
24Ayat

Terjemah — Al-'Ankabut 24

Surat Ayat 24/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu