Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَوَلَّوْا: berpaling dan mundur dari medan perang (lari dari pertempuran).
- الْتَقَى الْجَمْعَانِ: bertemunya dua pasukan, yaitu pasukan kaum Muslimin dan pasukan kaum musyrikin pada Perang Uhud.
- اسْتَزَلَّهُمُ: menjadikan mereka tergelincir (terperosok) ke dalam kesalahan dan dosa.
- بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا: disebabkan sebagian dari dosa-dosa dan kesalahan yang telah mereka perbuat sebelumnya.
Tafsir:
Wahai para sahabat Nabi Muhammad ﷺ, sesungguhnya orang-orang yang mundur dan lari dari medan pertempuran pada hari bertemunya dua pasukan besar—pasukan kaum Muslimin dan pasukan kaum musyrikin dalam Perang Uhud—itu tidaklah mereka lakukan semata-mata karena kelemahan iman mereka secara total. Akan tetapi, setan telah berhasil menjerumuskan mereka ke dalam kesalahan ini disebabkan sebagian dosa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Di antara sebab terbesar yang membuat mereka tergelincir adalah ketika sebagian pasukan pemanah melanggar perintah Rasulullah ﷺ untuk tetap bertahan di posisi mereka, karena tergoda oleh gemerlap harta rampasan perang. Setan memanfaatkan kelengahan ini untuk menanamkan rasa cinta dunia dan ketakutan yang berlebihan di hati mereka, sehingga mereka meninggalkan posisi yang telah diperintahkan dan akhirnya pasukan Muslimin mengalami kekalahan di sebagian medan.
Namun, lihatlah betapa agungnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Setelah menegur dan mengingatkan mereka, Allah langsung melimpahkan ampunan-Nya. Allah memaafkan mereka dan tidak menghukum mereka atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah tidak pernah berkehendak untuk membinasakan hamba-Nya yang beriman, meskipun mereka pernah tergelincir dalam dosa. Sungguh, Allah adalah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Dia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat, dan Dia tidak tergesa-gesa dalam menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, karena Dia tidak takut akan hilangnya sesuatu dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa indahnya sikap Allah terhadap hamba-Nya yang berbuat salah. Bayangkan, ketika kita jatuh dalam dosa, setan akan terus membisikkan keputusasaan agar kita menjauh dari rahmat Allah. Namun Allah justru membuka pintu taubat selebar-lebarnya dan mengingatkan kita bahwa ampunan-Nya selalu tersedia. Jangan pernah merasa jauh dari Allah karena dosa yang kita lakukan. Selama kita masih bernafas dan berdetak jantung kita, pintu taubat masih terbuka. Allah itu Maha Pengampun—Dia menutup aib-aib kita, dan Maha Penyantun—Dia tidak menyegerakan hukuman agar kita memiliki kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Maka, marilah kita senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena ketaatan adalah benteng yang melindungi kita dari tipu daya setan. Dan apabila kita pernah tergelincir, jangan berputus asa, tetapi segeralah bertaubat dan kembalilah kepada Allah dengan hati yang tulus, karena Allah mencintai hamba-Nya yang sering bertaubat dan membersihkan diri.
📜 Ayat 153-157 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 155
Surat Ali Imran Ayat 155 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua…Surat Ayat 155/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 153–157. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








